PONTIANAK – Para pemain Indonesia menghadapi persaingan ketat pada Polytron Pontianak Indonesia Masters (PPIM) 2026. Salah satu pebulutangkis yang jadi sorotan adalah Richie Duta Richardo.
Memasuki hari kedua, sejumlah wakil Merah Putih mampu melanjutkan perjuangan. Turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, 1–6 September 2026, menjadi tantangan baru bagi para pemain Indonesia setelah sebelumnya tampil pada Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Level turnamen yang lebih tinggi membuat persaingan perebutan gelar dan poin ranking BWF semakin ketat. Richie Duta Richardo, pemain tunggal putra Indonesia itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Richie kemudian melanjutkan momentum tersebut di Indonesia Masters. Ia mengalahkan wakil Chinese Taipei, Chiang Tzu Chieh, pada babak 32 besar dan kemudian menundukkan sesama pemain Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo, dengan skor 19-21, 21-16, 21-11 untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Perjalanan Richie menjadi salah satu cerita penting kontingen Indonesia. Gelar di International Challenge membuatnya langsung menghadapi tantangan lebih besar pada level Super 100.
Langkah GintingTerhenti
Berbeda dengan Richie, langkah Anthony Sinisuka Ginting harus berhenti lebih awal. Ginting kalah dari wakil Chinese Taipei, Cheng Ju-Sheng, pada babak 32 besar, Rabu (2/9/2026). Pemain Indonesia peringkat 47 dunia itu menyerah dua gim langsung 15-21, 17-21 kepada Cheng yang berada di peringkat 98 dunia.
Ginting mengakui tidak mampu menemukan ritme permainan terbaik. Ia juga menyebut kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak terasa saat pertandingan berlangsung.
Kekalahan Ginting menjadi salah satu kejutan pada hari kedua. Statusnya sebagai pemain berpengalaman tidak cukup untuk menghentikan Cheng yang tampil lebih konsisten sepanjang pertandingan.
Selain Richie, perjuangan pemain Indonesia juga terlihat pada sektor ganda dan tunggal putri. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi berhasil melaju setelah mengalahkan wakil Singapura, Lee Xin Yi Megan, dengan skor 21-17, 21-5.
Sementara itu, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti turut menjaga peluang Indonesia pada sektor ganda campuran. Mereka mengalahkan pasangan Chinese Taipei Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun dengan skor 21-14, 21-15.
Sebelumnya, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran juga membuka perjalanan dengan kemenangan atas pasangan India Sathish Kumar Karunakaran/Ashwini Ponnappa dengan skor 21-14, 21-13.
Persaingan pemain Indonesia tidak berhenti pada nama-nama tersebut. Kontingen Merah Putih masih memiliki sejumlah wakil yang akan berusaha menjaga peluang hingga babak-babak selanjutnya.
Daya Tarik
Kehadiran para pemain Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton Pontianak. Apalagi, turnamen ini hadir hanya beberapa hari setelah International Challenge yang menghasilkan tiga gelar bagi Indonesia, yakni melalui Richie Duta Richardo, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, serta Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan.
Indonesia Masters 2026 pun menjadi ujian berikutnya bagi para pemain tersebut. Jika International Challenge menjadi panggung untuk membangun momentum, level Super 100 menjadi arena untuk membuktikan kemampuan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Perjuangan para pemain Indonesia masih berlanjut hingga 6 September. Dukungan publik Pontianak menjadi modal tambahan bagi wakil Merah Putih untuk mempertahankan peluang Indonesia dalam perebutan gelar di kandang sendiri.[jek]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















