PONTIANAK – Izza Al-Faruq Aston Martin mengawali perjuangannya di Polytron Pontianak International Challenge (PPIC) 2026 dengan kemenangan, Selasa (25/8/2026) di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Pebulutangkis besutan Exist Badminton Club Jakarta ini tampil pada babak kualifikasi mengalahkan wakil India, Himanshu Desai dalam dua set langsung.
Di awal pertandingan, Izza sempat keteteran menghadapi Himanshu Desai. Ia tertinggal karena belum mampu menyesuaikan diri dengan pola permainan lawan. Namun, Izza perlahan menemukan ritme permainan.
Pria kelahiran Jakarta ini tampil lebih percaya diri dan akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 21-18. Pada set kedua, Izza kembali unggul dengan poin 21-11. “Babak pertama sempat ketinggalan karena saya belum bisa menyesuaikan permainan lawan,” katanya.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting bagi Izza karena untuk pertama kalinya ia tampil dalam turnamen berlevel International Challenge.
Selain menghadapi lawan dari luar negeri, Izza juga harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan atmosfer pertandingan di GOR Ahmad Yani. Ia menilai suasana kompetisi internasional berbeda dengan turnamen yang biasa ia ikuti.
“Kendalanya mungkin ini baru pertama kali bermain di International Challenge, jadi masih penyesuaian dengan lapangan dan suasana GOR,” katanya.
Meski sempat kesulitan pada awal laga, Izza mengaku mendapat pengalaman berharga setelah berhadapan langsung dengan pemain dari luar negeri. Pengalaman itu juga membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Bertemu lawan luar negeri, rasa senang dalam ajang ini sangat senang sekali. Saya dapat bermain penuh percaya diri,” ujarnya.
Izza tidak ingin kemenangan pada laga perdana membuatnya terlena. Ia menyadari pertandingan berikutnya akan menghadirkan tantangan berbeda.
Karena itu, ia memilih fokus mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan beradaptasi di lapangan. “Untuk menghadapi laga selanjutnya saya harus semakin siap lagi. Jadi saya harus bisa menyesuaikan diri lagi dan percaya diri,” tegasnya.
Kemenangan Izza turut menambah kiprah wakil Indonesia dalam Polytron Pontianak International Challenge 2026. Turnamen ini menjadi ajang bagi para pemain untuk menguji kemampuan menghadapi atlet dari berbagai negara sekaligus mengejar poin ranking BWF.
Bagi Izza, kemenangan atas wakil India tidak sekadar hasil pertandingan. Debut di level International Challenge menjadi kesempatan penting untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.[jek]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















