Home / Peristiwa

Rabu, 5 Januari 2022 - 18:36 WIB

Perang Saudara Siap Meledak Lagi di Burma

Persitiwa beberapa bulan lalu, demonstran berkumpul di jalan dekat Universitas Yangon. Menggunakan simbol salam tiga jari untuk melambangkan perlawanan terhadap Junta Militer. Foto: Thai Newsroom

Persitiwa beberapa bulan lalu, demonstran berkumpul di jalan dekat Universitas Yangon. Menggunakan simbol salam tiga jari untuk melambangkan perlawanan terhadap Junta Militer. Foto: Thai Newsroom

Singapura. Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn memperingatkan kondisi yang mengerikan menjelang kunjungan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen ke Myanmar selama dua hari mulai Jumat (7/1/2022).

“Krisis politik dan keamanan di Myanmar semakin dalam, dan telah menyebabkan krisis ekonomi, kesehatan dan kemanusiaan,” kata Prak Sokhonn dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Yusof Ishak Institute Singapura, Senin (3/1/2022).

Agenda kunjungan Hun Sen terkait upaya untuk meredakan krisis di negara yang tergabung dalam ASEAN itu. Hun Sen menduduki posisi ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang dijabat bergiliran.

Prak menggambarkan kondisi negara Myanmar atau yang kerap disebut Burma itu ibarat semua bahan untuk perang saudara sekarang sudah berada di atas meja. “Sekarang ada dua pemerintah, ada beberapa angkatan bersenjata, orang-orang menjalani apa yang mereka sebut gerakan pembangkangan sipil dan perang gerilya di seluruh negeri,” ujar Prak seperti dikutip portal berbahasa Inggris channelnewsasia.

Baca juga:  Sah... Yan Rangga Resmi Jabat Danyonif 645/GTY

Seperti diketahui, Myanmar telah berada dalam kekacauan yang luar biasa dan berkepanjangan sejak kudeta tahun lalu. Sebuah kelompok pemantau lokal mengabarkan, terhitung lebih dari 1.400 orang tewas dalam tindakan kekerasan terhadap perbedaan pendapat oleh pasukan keamanan.

Prak Sokhonn menolak kritik bahwa kunjungan Hun Sen akan melegitimasi junta, dan mengatakan “perhatian langsung kerajaan adalah pada peningkatan situasi di Myanmar”.

“Upaya akan tetap difokuskan pada upaya jalan perdamaian dan “konsensus lima poin” yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN tahun lalu,” ujar Prak Sokhonn.

Baca juga:  Kemenkumham Kalbar Gelar Donor Darah HBI 72

Kunjungan ini bertujuan untuk membuka jalan bagi kemajuan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog inklusif dan kepercayaan politik di antara semua pihak yang berkepentingan.

Kunjungan utusan khusus ASEAN ke Myanmar telah ditunda setelah junta menolak mengizinkannya bertemu dengan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan. Sebagai tanggapan, blok itu mengecualikan pemimpin junta Myanmar dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Oktober lalu.

“Krisis Myanmar memiliki implikasi buruk bagi stabilitas regional,citra, kredibilitas, persatuan ASEAN,” tambah Prak Sokhonn.

Namun demikian, dia mengatakan Kamboja melakukan upaya untuk memungkinkan Pimpinan Junta Myanmar untuk melanjutkan menghadiri pertemuan blok itu lagi.

  • Editor : R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Peristiwa

Kanwil Kumham Kalbar Gelar Vaksinasi Booster
Ngopi Santasi Disabilitas

Peristiwa

KND Serap Aspirasi Difabel Kalbar
Munawar Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak

Peristiwa

Munawar Minta Tangkap Penganiaya Sekjen MPN PP
Endang Kurniawan

Peristiwa

GMNI Ketapang Minta Evaluasi Izin PT Arthu
Petugas Polres Sambas melakukan olah TKP di Rutan Sambas.

Peristiwa

Dicerai Istri, Napi Rutan Sambas Tewas Gantung Diri
Pengukuhan Paskibraka Kalimantan Barat

Peristiwa

Pengukuhan Paskibraka se-Kalimantan Barat
Penyerahan tersangka dan BB 2 karung Narkoba

Peristiwa

Pangdam XII Tanjungpura Serahkan Kasus 2 Karung Narkoba
Banjir Tayan Hulu Sanggau

Peristiwa

Banjir Tayan Hulu, Rokidi Serahkan Bantuan
error: Content is protected !!