Home / Edukasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:05 WIB

OKK PWI Kalbar Tegaskan Rekonsiliasi dan Profesionalisme

Akhmad Munir, Ketua Umum PWI Pusat Periode 2025-2030.

Akhmad Munir, Ketua Umum PWI Pusat Periode 2025-2030.

PONTIANAK – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan pentingnya menuntaskan residu konflik internal organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat marwah dan profesionalisme PWI.

Penegasan itu disampaikannya saat sambutan Akhmad Munir pada pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Provinsi Kalimantan Barat di Aula Politeknik Negeri Pontianak, Selasa (9/6/2026).

Akhmad Munir mengatakan, OKK yang diikuti sekitar 45 calon anggota PWI Kalbar menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan di era digital.

Menurutnya, PWI harus tetap relevan dengan menjaga integritas, profesionalisme, dan daya saing anggotanya. “Marwah PWI harus tetap terjaga. Wartawan harus profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di era digital,” katanya.

Pemilik sapaan Cak Munir ini mengungkapkan, salah satu amanat utama yang diembannya setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa PWI pada Agustus 2025 ialah menyelesaikan konflik internal yang sempat memunculkan dualisme kepengurusan di tingkat nasional maupun daerah.

Ia menjelaskan, kongres tersebut menjadi titik awal penyatuan kembali organisasi, termasuk menertibkan administrasi dan melakukan konsolidasi kepengurusan di seluruh Indonesia.

Baca juga:  Kasus Bauksit, Kejati Kalbar Geledah Rumah di Jalan Pak Benceng Pontianak

“Tugas utama kami menyelesaikan konflik internal dan mengakhiri dualisme kepengurusan. Setelah itu, kami terus melakukan konsolidasi organisasi di berbagai daerah,” ujar Cak Munir.

Menurutnya, sejumlah daerah masih menyisakan residu persoalan, terutama dari sisi psikologis dan hubungan antaranggota. Meski secara kelembagaan telah bersatu, masih ada luka akibat konflik yang memerlukan pendekatan persuasif.

“Kami memastikan PWI Kalbar bersatu dan kompak kembali. Memang ada daerah lain yang tantangannya lebih berat, tetapi kami melihat semangat untuk bersatu semakin kuat,” katanya.

Pelajaran

Munir menyebut, konflik internal justru memberikan pelajaran penting bagi organisasi. Setelah proses rekonsiliasi berjalan, citra PWI kembali membaik dan mendapat respons positif dari anggota maupun berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Munir juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap proses penyatuan PWI, termasuk pemerintah yang menginginkan organisasi wartawan tersebut kembali solid agar dapat menjalankan fungsi pers secara optimal.

“Kami bersyukur PWI kembali bersatu, termasuk di Kalimantan Barat. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Baca juga:  Bank Kalbar Bukukan Laba Rp262,44 Miliar, Kredit Tumbuh 7,61%

Kepada para peserta OKK, Munir berharap seluruh materi yang diberikan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia juga mendorong lahirnya anggota-anggota baru yang mampu memperkuat eksistensi PWI Kalbar dan mengabdikan diri bagi organisasi serta masyarakat.

“Saya berharap kepada para peserta OKK dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, meningkatkan profesionalisme kewartawanan, dan memperkuat PWI Kalbar melalui pengabdian kepada organisasi,” katanya.

Pada sesi pembukaan ini, Hadi Sudirmansyah Ketua Panitia OKK PWI Angkatan ke-5 memaparkan penyeleggaraan OKK kali ini dalam kondisi sedikit genting. Namun berkat kebersamaan dan kerjasama tim akhirnya dapat terwujud.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport hingga kegiatan ini dapat terlaksana. Kami bersyukur Ketua Umum PWI Pusat dapat hadir meskipun ada agenda penting lainnya,” kata Hadi seraya menyentil perlunya jurnalis meneladani para jurnalis pendahulu yang memiliki integritas dan menjunjung tinggi profesionalisme.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Sarasehan Akhir September

Edukasi

TNI AD akan Gelar Sarasehan Akhir September
Bagi Takjil

Edukasi

PMII Komisariat STAIM Bagi Takjil
Pelepasan Tukik atau anak Penyu terbanyak se-Indonesia di Tanjung Api tercatat sukses dan terbanyak se-Indonesia, Sabtu (15/11/2025).

Edukasi

Pelepasan Tukik Terbanyak di Tanjung Api
Rian dan Marhapida

Edukasi

Dua Mahasiswa Poltesa Magang ke Australia
ersonel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Kewilayahan RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (Gty) Pos Napua mengajar di SD Negeri Gunung Susu,

Edukasi

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Mengajar di SD Gunung Susu
Tim Penjas Universitas PGRI Pontianak di SMPN 01 Teluk Keramat Kabupaten Sambas

Edukasi

Penjas Universitas PGRI Pontianak Kembangkan Ekskul Voli
Pelatihan Barista dan MUA

Edukasi

60 Disabilitas Perempuan Berlatih Barista dan MUA
Kodim Sambas tanam mangrove

Edukasi

Kodim Sambas Tanam Mangrove Cegah Abrasi
error: Content is protected !!