Home / Politik

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:38 WIB

BEM FH UM Pontianak Kupas Pemakzulan Paksa Gubernur Kalbar

Demisioner Presiden Mahasiswa UM Pontianak, Muhammad Rizal menjadi pembicara dalam Diskusi Objektivitas Pergerakan.

Demisioner Presiden Mahasiswa UM Pontianak, Muhammad Rizal menjadi pembicara dalam Diskusi Objektivitas Pergerakan.

Pontianak. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Muhammadiyah Pontianak mengupas isu pemakzulan paksa Gubernur Kalbar, Rabu (8/10/2025).

Isu pemakzulan terebut dibahas dalam diskusi publik bertajuk “Objektivitas Pergerakan”. Diskusi ini melahirkan ruang bagi mahasiswa untuk membahas mitigasi konflik dan dinamika sosial politik di Kalimantan Barat maupun di tingkat nasional.

Salah satu topik yang mencuri perhatian adalah isu wacana pemakzulan paksa terhadap Gubernur Kalbar. Dalam forum tersebut, peserta didorong untuk bersikap objektif dan menjauhi provokasi politik dalam menyikapi isu-isu sensitif.

Baca juga:  4 Incumbent KPU Provinsi Kalbar Tergusur

Demisioner Presiden Mahasiswa UM Pontianak, Muhammad Rizal, mengatakan diskusi berlangsung hangat dan produktif, melahirkan kesepahaman bersama tentang pentingnya menjaga objektivitas dan menghormati proses hukum.

“Alhamdulillah, diskusi malam ini berjalan baik. Sesuai tema Objektivitas Pergerakan, kami sepakat bahwa dalam menghadapi isu sensitif, termasuk soal pemakzulan Gubernur Kalbar, kita harus berdiri di atas landasan objektif,” ujarnya.

Rizal menegaskan, hasil diskusi menitikberatkan pada komitmen semua pihak untuk membiarkan proses hukum berjalan sesuai koridor tanpa intervensi.

“Kami sepakat, biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya tanpa tekanan dari pihak mana pun,” tegasnya.

Selain itu, BEM Fakultas Hukum UM Pontianak juga menyerukan agar Gubernur Kalbar tetap diberi ruang menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah selama proses hukum berlangsung.

Baca juga:  Gebrakan Hari Pertama TKD Prabowo Gibran di Kalbar

Diskusi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kritis di kalangan mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal isu sosial politik, namun tetap menjunjung objektivitas dan supremasi hukum.

“Objektivitas pergerakan bukan sekadar jargon, tapi komitmen agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan politik,” tutup Rizal.[ks]

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Senator Malaysia

Politik

Senator Malaysia Berkunjung ke Kalbar
Hermawansyah

Politik

Hermawansyah Mulai dari Mimpi untuk Mempawah
Prabasa Anatatur bersama Wantim dan unsur pimpinan DPD Partai Golkar Kalbar secara simbolis bersama masyarakat yang mengikuti Pasar Murah.

Politik

Pasar Murah HUT 61 Partai Golkar di Zamrud Diserbu Masyarakat
Parpol pengusung Pasangan AIR

Politik

Hanura Digoyang, Pasangan AIR Terima SK PKB dan PKS
Rapat TKD

Politik

TKD Kalbar Penuhi Harapan Relawan Prabowo
Anggota KPU Provinsi Kalbar

Politik

5 Anggota KPU Provinsi Kalbar Dilantik
Surat Kemendagri

Politik

PAW Massal Politisi Menjelang Pemilu 2024
Hermawansyah

Politik

Wawan Optimis Maju Pilkada Mempawah
error: Content is protected !!