Mempawah – Sebanyak 30 peserta mengikuti Diklat Jurnalistik dan Kepenulisan Nasional yang diselenggarakan oleh AR Learning Center secara daring, Minggu (15/2/2026).
Dalam pelatihan tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak menyandang dua gelar non-akademik sekaligus, yakni Certified Indonesian Journalist (CIJ) dan Certified Professional Writer (CPW). Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan kompetensi di bidang jurnalistik dan kepenulisan profesional.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, AR Learning Center, dan media Suara Utama sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan literasi media.
Sebagai lembaga pelatihan resmi, AR Learning Center telah mengantongi legalitas lengkap, termasuk Sertifikat Merek dari Kemenkumham dan juga Nomor Induk Berusaha (NIB) resmi.
Materi pelatihan yang diberikan cukup komprehensif, mencakup eran strategis media di era digital, nilai dan kelayakan berita, teknik penulisan jurnalistik profesional, editing dan revisi naskah, hingga etika dan karakter jurnalis. Seluruh materi menekankan pada tiga pilar utama: akurasi, objektivitas, dan tanggung jawab sosial.
Founder AR Learning Center, Coach Andre Hariyanto, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi jurnalis adalah investasi krusial bagi demokrasi. Menurutnya, para jurnalis harus tetap berpijak pada data dan kebenaran di atas sekadar mengejar sensasi.
Tanggapan Salah Satu Peserta
Salah satu peserta asal Desa Sungai Batang, Kecamatan Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Febri Firnando, mengungkapkan rasa bangganya dapat mengikuti program ini. Wartawan dari Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) ini mengaku terinspirasi untuk terus menulis secara profesional.
“Saya sangat berterima kasih kepada AR Learning Center atas pelaksanaan diklat ini. Dengan pelatihan ini, saya mendapatkan banyak edukasi tentang bagaimana menjadi penulis yang baik. Saya terinspirasi oleh pesan Imam Al-Ghazali, ‘Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.’ Itu menjadi energi positif bagi saya untuk terus menulis dan menyebarkan informasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi sarana strategis bagi pelajar, mahasiswa, hingga jurnalis untuk membangun portofolio dan meningkatkan kapasitas diri sebelum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Munculnya para penyandang gelar CIJ dan CPW baru ini diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah derasnya arus informasi dan juga maraknya hoaks. [rls]
Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News



















