Home / Energi

Kamis, 17 Juni 2021 - 03:26 WIB

PLTU Bengkayang Tekan Impor Listrik Malaysia

Ujicoba PLTU- IPP Kalbar 1 unit 2, Jumat (11/6/2021)

Ujicoba PLTU- IPP Kalbar 1 unit 2, Jumat (11/6/2021)

Bengkayang. Energi listrik yang dinikmati warga Kalimantan Barat saat ini, belum sepenuhnya mandiri dan masih tergantung pasokan dari anak perusahaan listrik negeri jiran, Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO). Perusahaan Listrik Negera (PLN) terus mengupayakan untuk menekan impor energi listrik tersebut.

Salahsatu upaya itu antara lain melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×100 Megawatt (MW) di Tanjung Gundul, Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang. PLN baru saja melakukan pengujian PLTU- Independent Power Produser (IPP) Kalbar 1 unit 2, Jumat (11/06). Pengujian ini dengan cara pengoperasian pembangkit selama 72 jam dan pembebanan selama 92 jam untuk mengetes keandalan.

Pengujian dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 100 megawatt (MW) ini menandakan pembangkit siap menyalurkan 200 MW daya listrik tambahan untuk pelanggan.  “Ini akan menurunkan volume pembelian listrik dari Sesco Malaysia hingga 48 persen. Hal ini juga turut meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Didik Mardiyanto, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat.

Baca juga:  PLN Kembangkan PLTS di Temajuk Sambas

Pembangkit listrik milik pengembang PT GCL Indo Tenaga dan dioperasikan oleh PT Cogindo ini dibangun lahan 55 hektare. Selain untuk meningkatkan kemandirian energi, pembangkit ini untuk memangkas biaya pokok produksi listrik, mengurangi penggunaan pembangkit berbahan baku diesel, dan menghentikan pembangkit-pembangkit sewa.

Sistem kelistrikan khatulistiwa selama ini melayani 7 kabupaten di Kalbar, memiliki daya mampu 592 MW dengan beban puncak 398 MW. Masuknya PLTU di Desa Karimunting ini dapat meningkatkan cadangan daya menjadi 194 MW. “Sesuai target kami, kedua unit PLTU sudah dapat beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini. Diharapkan menambah keandalan energi listrik yang impilkasinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi positif di Kalimantan Barat,” kata Didik.

Baca juga:  Calvin, Siswa Jago TOEIC se-Indonesia

Seperti diketahui, SESCO memasok listrik ke Kalimantan Barat itu dikarenakan masih minimnya pasokan listrik dalam negeri dan masih banyak pembangkit mahal berbahan bakar minyak (BBM). PLN Wilayah Kalimantan Barat membeli listrik dari Sesco sebesar 200 MW. Dimulai sejak kerja sama jual beli listrik antara Indonesia-Malaysia pada Maret 2016 selama 20 tahun. Tahap pertama 2016-2021 dengan pembayaran tergantung pemakaian. Tahap kedua, pembayaran sesuai kontrak, dipakai atau tidak, tetap harus dibayar. (rdo)

Share :

Baca Juga

PLTA Kayan Cascade

Energi

Kayan Cascade Proyek Raksasa Energi Listrik
PLN Mobile

Energi

74 Ribu Warga Singbebas Unduh PLN Mobile
Pertemuan SMSI dan PLN Kalbar

Energi

Sinergi Info Kelistrikan PLN Kalbar dan SMSI
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini saat daring bersama pihak produsen oksigen, Senin (5/7/2021).

Energi

Kolaborasi PLN, Pabrik Oksigen dan RS
pontianak-times.co.id

Energi

NBRI Sukses Garap Konferensi Energi
Parade Oligarki, sebuah aksi Global Climate Strike (GCS) 2024 di Pontianak

Energi

Aksi GCS 2024 Minta Stop PLTU dan PLTN di Kalbar
Demo Kenaikan Harga BBM

Energi

Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM
PLTS Pulau Messah

Energi

Panel Surya di Pulau Terpencil Messah
error: Content is protected !!