Home / Peristiwa

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:04 WIB

Perisai Prabowo Siapkan 100 Ribu Kader Penangkal Serangan Siber

Diskusi Perisai Prabowo dan SMSI menyoal kebocoran Pusat Data Nasional (PDN) akibat serangan siber, Jumat (5/7/2024)

Diskusi Perisai Prabowo dan SMSI menyoal kebocoran Pusat Data Nasional (PDN) akibat serangan siber, Jumat (5/7/2024)

Jakarta. Perisai Prabowo menyiapkan 100 ribu kader untuk menangkal serangan siber, menyusul insiden kebocoran Pusat Data Nasional (PDN) akibat serangan malware.

Demikian kesimpulan diskusi bertajuk Relawan Perisai vs Ancaman Siber, Menjaga Demokrasi dan Keamanan Data, Jumat (5/7/2024) di Kantor Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Jalan Veteran II Gambir, Jakarta Pusat.

Dari diskusi itu SMSI berharap kepada Relawan Perisai Prabowo untuk membentuk tim yang bekerja secara masif. Caranya, membentuk tim yang terdiri dari minimal 100 ribu kader Perisai Prabowo yang tersebar mulai dari kecamatan hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Relawan penangkal serangan siber itu sebelumnya dididik menjadi pasukan siber yang pada akhirnya dapat menangkal ancaman maupun serangan siber.

Baca juga:  Dua Truk Tabrakan di Sekayam, Sopir Luka Diduga Mengantuk

Kebocoran data yang terjadi beberapa waktu lalu dianggap telah mengganggu kepercayaan publik terhadap keamanan data. “Indonesia kini dihadapkan pada berbagai jenis ancaman siber, termasuk serangan malware, phishing, dan disinformasi,” kata Jojon Novandri, Sekjend Relawan Perisai Prabowo.

Menurutnya, serangan-serangan ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi dan organisasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap stabilitas demokrasi.

“Ancaman siber ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan mengganggu proses demokrasi yang sehat,” ujar Jojon.

Jojon menjelaskan peran generasi milenial, khususnya yang tergabung dalam Relawan Perisai Prabowo, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data. Mereka didorong lebih kritis dan tanggap terhadap informasi yang diterima di media untuk menghindari bahaya siber.

Baca juga:  Kasad Raih Combat Kagitingan AD Filipina

“Milenial adalah agen perubahan. Kami percaya mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga keamanan data di era digital,” kata Jojon.

Dalam forum diskusi itu, Ketua Umum SMSI Firdaus menjelaskan ancaman kebocoran data telah menjadi perhatian serius pengusaha media online, hampir tiap hari anggota SMSI mendapat serangan siber hanya saja hal tersebut mampu ditanggulangi.

“Serangan siber adalah keniscayaan, tinggal sikap pemerintah apakah serius atau tidak dalam menanggulanginya,” terang Firdaus.

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sambas

Peristiwa

BNPB Salurkan Bantuan Korban Banjir Sambas
Tim SAR gabungan yang melakukan operasi pencarian di perairan Muara Pemangkat, Sungai Sambas Besar.

Peristiwa

Sekoci Terbalik di Muara Pemangkat, Satu Orang Hilang
pontianak-times.co.id

Peristiwa

BCSMF Jaring Aspirasi Media Asia Pasifik
KGYM Jalan Parit Haji Husin 2 Pontianak

Peristiwa

Terlempar dari Lantai 3, KGYM Telan Korban
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamalullael mendapat sambutan pengalungan selendang dari seorang anak penyambut tamu yang berpakaian loreng TNI.

Peristiwa

Pangdam XII Puji Prestasi Satgas Pamtas Yonkav 12/BC
Pengukuhan Paskibraka Kalimantan Barat

Peristiwa

Pengukuhan Paskibraka se-Kalimantan Barat
Karyawan Sicepat Ekspres

Peristiwa

Karyawan Sicepat Geruduk DPMTK Singkawang
Muslim, Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah (AMM).

Peristiwa

AMM Desak Tuntaskan Insiden Warga Mempawah Tewas Akibat Proyek Jembatan
error: Content is protected !!