Mempawah – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, resmi dimulai, Selasa (25/11/2025).
Sebanyak 1.038 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima BLTS Kesra melalui Kantor Pos Sungai Kunyit di Jalan Raya Sungai Kunyit, Desa Sungai Kunyit Laut.
Bantuan diberikan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 dengan total pencairan Rp900.000 yang dibayarkan sekaligus. Penyaluran berlangsung selama lima hari, mulai 25–29 November 2025, dengan pembagian jadwal perdesa.
Berikut jadwal penyaluran BLTS Kesra:
- Selasa, 25 November 2025: Desa Bukit Batu, Mendalok, dan Sungai Kunyit Dalam (265 KPM)
- Rabu, 26 November 2025: Desa Semparong Parit Raden dan Semudun (222 KPM)
- Kamis, 27 November 2025: Desa Sungai Dungun, Sungai Kunyit Laut, dan Sungai Limau (220 KPM)
- Jumat, 28 November 2025: Desa Sungai Bundung Laut, Sungai Duri 2, dan Sungai Duri 1 (163 KPM)
- Sabtu, 29 November 2025: Desa Sungai Kunyit Hulu (171 KPM)
Proses pengambilan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB
Koordinator Pendamping Sosial Kecamatan Sungai Kunyit, Eko Sabrani, S.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan penyaluran pada hari pertama berjalan lancar dan sebagian warga sudah menerima haknya.
“Harapan saya, penyaluran ini dapat berjalan tertib dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para penerima untuk menggunakan uang bantuan secara bijak.
“Gunakanlah untuk keperluan yang penting dan jangan disalahgunakan,” tegasnya.
Pemerintah berharap penyaluran BLTS Kesra ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, terutama menjelang akhir tahun.
BLTS Kesra merupakan program bantuan sosial bersifat sementara dari Kementerian Sosial RI, ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Bantuan ini berbeda dari program reguler seperti PKH atau BPNT. Sasaran penerimanya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4.
Program ini diharapkan mampu memberikan dukungan ekonomi sementara bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah.
Penulis: Rizki Firnanda | Editor: Kisra Ramadani
Update Berita, ikuti Google News


















