Home / Edukasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:09 WIB

LDII Kalbar Ajak Orang Tua Batasi Gadget untuk Anak

Ngaji Parenting di Masjid Khoirul Ihsan Pontianak, Minggu (30/8/2026).

Ngaji Parenting di Masjid Khoirul Ihsan Pontianak, Minggu (30/8/2026).

PONTIANAK – LDII Kalbar mengajak orang tua membatasi penggunaan gadget pada anak untuk menjaga interaksi keluarga, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan karakter.

Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar, Susanto, menyampaikan hal itu dalam kegiatan Ngaji Parenting di Masjid Khoirul Ihsan Pontianak, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Batasi Gadget, Bangun Karakter Anak”. LDII Kalbar menggelar pengajian itu sebagai ruang edukasi bagi orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.

Susanto mengatakan peran orang tua menentukan keberhasilan pembinaan dan pendidikan karakter anak. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan kemudahan sekaligus tantangan dalam proses tersebut.

“Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan pembinaan dan pendidikan karakter anak. Namun, di era teknologi ini, di balik kemudahan juga terdapat tantangan yang cukup berat,” ujar Susanto.

Ia menegaskan orang tua tidak perlu menjauhkan anak sepenuhnya dari gadget. Orang tua perlu menetapkan batasan, memberikan pendampingan, dan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi.

“Kami memfasilitasi dan sekaligus mengedukasi bahwa gadget bukan sesuatu yang harus dijauhi sepenuhnya. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua memberikan batasan, pendampingan, dan keteladanan dalam penggunaannya,” katanya.

Baca juga:  Dishub LH Mempawah Bagi Paket Sembako ke Setiap Desa

Susanto mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan gadget sebagai pengganti peran pengasuhan. “Jangan sampai gadget dijadikan ‘orang tua asuh’ bagi anak-anak kita. Ini yang harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Menurut Susanto, LDII juga berkomitmen membangun karakter generasi penerus sebagai bagian dari kontribusi terhadap masa depan bangsa. Ia menilai hasil pembinaan karakter sejak dini baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan. “Jika ingin bangsa Indonesia tetap survive, pembinaan karakter mesti dilakukan sejak dini,” jelasnya.

Durasi 8 Jam Perhari

Sementara itu, Psikolog Universitas Muhammadiyah Pontianak, Riszky Ramadhan, mengatakan remaja mendominasi pengguna internet di Indonesia. Ia menyebut durasi penggunaan internet pada kelompok tersebut dapat mencapai tujuh hingga delapan jam per hari.

“Remaja mendominasi jumlah pengguna internet di Indonesia, bahkan durasinya tujuh hingga delapan jam per hari. Inilah tantangan parenting di era digital yang semakin kompleks,” ujar Riszky.

Baca juga:  Setelah Latih MPA 9 Desa, Gemawan Siapkan Ini

Riszky menyebut setidaknya tiga fenomena yang muncul akibat penggunaan gadget tanpa kendali, yakni keterlambatan bicara pada anak, perundungan dan depresi pada remaja, serta fenomena TikTok ticks.

Menurutnya, orang tua perlu mengubah pola asuh dengan menerapkan gaya otoritatif melalui pendekatan demokratis. Pola tersebut menempatkan aturan, komunikasi, kasih sayang, dan ruang diskusi secara seimbang.

“Perlu dilakukan pola pengasuhan yang otoritatif, yakni melalui pendekatan yang demokratis. Kuncinya keseimbangan dengan orang tua membuat aturan yang tegas, menyampaikan dengan logis, penuh kasih sayang, dan membuka diskusi,” katanya.

Riszky juga mendorong orang tua menerapkan strategi detoksifikasi sesuai usia anak. Strategi itu membantu orang tua menghadapi perilaku tantrum dengan memberikan validasi yang sesuai dengan perkembangan anak.

“Pengasuhan sejatinya bukan apa yang kita perintahkan kepada anak, melainkan kehadiran kita seutuhnya sehingga menumbuhkan kemandirian dan karakter generus,” tegasnya.[jek]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

SUPM Pontianak

Edukasi

Tindak Tegas Oknum SUPM Pontianak
Grand Opening Podcast dan Sekber Satukata di Ruko Jalan Pak Benceng Nomor 3 Pontianak Kota.

Edukasi

Utamakan Kolaborasi, Podcast dan Sekber Satukata Resmi Beroperasi
pontianak-times.co.id

Edukasi

Beda Pemahaman Tentang Isra Mikraj (2)
Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H, A.Ks, S.Sos, M.Si (Kepakaran Governansi Digital)

Edukasi

UU Sisdiknas Belum Akomodasi Digitalisasi Pendidikan
Mural TMMD

Edukasi

Tentara Lukis Mural di PAUD Arrahman
Diskusi Terarah Koridor Bekantan

Edukasi

Koridor Bekantan Masuk Lansekap Kubu
IKM Mempawah

Edukasi

Ikatan Keluarga Minang Mempawah Buka Puasa Bersama
Rakor Dewan Pers

Edukasi

Awas, Hoaks Cenderung Naik Jelang Pemilu
error: Content is protected !!