Home / Peristiwa

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Karhutla 20 Hari, Warga Nanga Kayan Keluhkan Minim Bantuan

Karhutla di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat

Karhutla di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat

MELAWI – Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) melanda Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, sudah berlangsung selama sekitar 20 hari.

Api yang diduga bermula dari kawasan perusahaan PT Rafi Kamajaya terus meluas hingga membakar lahan warga. Kebakaran pertama kali muncul di area perusahaan PT Rafi Kamajaya di Desa Nanga Kayan. Api kemudian merembet ke kawasan lahan masyarakat dan mengarah ke wilayah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing.

Dusun Istana dan RT Bajong menjadi sejumlah wilayah yang terdampak. Warga bersama-sama berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kebakaran yang terus meluas.

Warga memperkirakan kebakaran telah menghanguskan lahan hingga ratusan hektare. Api bahkan mulai mendekati kawasan permukiman sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

Tono, warga RT Bajong, mengatakan warga kecewa karena penanganan kebakaran berjalan lambat. Ia menyebut api berasal dari area perusahaan sebelum merembet ke lahan masyarakat.

“Titik api berasal dari area perusahaan PT Rafi Kamajaya dan merembet ke area kawasan milik warga. Yang kami sesali juga upaya penanganan dan kerja sama dari perusahaan dengan masyarakat kurang,” kata Tono.

Baca juga:  Ditreskrimsus Polda Kalbar Olah TKP Kasus Oli Palsu

Menurut Tono, masyarakat juga menghadapi keterbatasan peralatan pemadam. Pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD, belum memberikan peralatan yang dapat warga gunakan untuk menangani api. “Kami sangat berharap ada bantuan diberikan sehingga memudahkan dalam pemadaman,” ujarnya.

Titik Api

Supandi, warga Desa Sopan Tonak, mengatakan kebakaran juga menjalar ke wilayah desanya. Ia menyebut titik api berada di kawasan yang berbatasan dengan Desa Nanga Kayan.

“Titik api area berbatasan dengan Desa Nanga Kayan. Mulai titik api berasal dari area perusahaan PT Rafi Kamajaya yang ada di Desa Nanga Kayan hingga menuju ke arah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing,” katanya.

Palen, warga Bajong, juga meminta pemerintah segera turun langsung ke lokasi. Menurutnya, kebakaran telah berdampak pada banyak lahan warga, tetapi masyarakat masih mengandalkan gotong royong untuk memadamkan api.

“Banyak lahan warga yang ada di Desa Nanga Kayan dan Sopan Tonak terdampak, tapi tidak ada tindak lanjut dari Manggala Agni maupun pemerintah daerah serta BPBD membantu warga,” tegas Palen.

Baca juga:  17 Kepala Negara Dipastikan Hadir KTT G20

Ia mengatakan kebakaran telah berlangsung sekitar 20 hari. Warga membutuhkan peralatan seperti pompa air atau robin dan selang untuk memperkuat upaya pemadaman. “Terpaksa masyarakat mengandalkan upaya gotong royong,” ujarnya.

Selain mengancam lahan warga, kebakaran juga menghasilkan asap tebal yang mengganggu aktivitas masyarakat. Asap menurunkan jarak pandang dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

Warga meminta BPBD, Manggala Agni, dan PT Rafi Kamajaya segera memperkuat penanganan di lokasi. Mereka juga meminta pemerintah menyalurkan pompa robin, selang, serta mengerahkan tim pemadam ke wilayah terdampak.

Masyarakat turut meminta pemerintah mengevaluasi titik awal kebakaran dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait apabila hasil penanganan dan pemeriksaan menunjukkan adanya unsur kelalaian.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Rafi Kamajaya, BPBD Melawi, dan pemerintah kecamatan belum memberikan keterangan resmi mengenai penanganan kebakaran tersebut.[edo]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Basarnas Evakuasi Nelayan

Peristiwa

Basarnas Selamatkan 3 Nelayan Sampan Karam
Massa memenuhi halaman Kantor Bupati Mempawah mendesak dicabutnya izin perusahaa perkebunan PT AHAL, Kamis (25/9/2025).

Peristiwa

Warga Sadaniang Desak Izin PT AHAL Dicabut
HUT MKGR ke 65 di Kalimantan Barat

Peristiwa

Ormas MKGR Kalbar Rayakan HUT 65 Tahun Lebih Bermakna
Penemuan Mayat

Peristiwa

Mayat Warga Tambora Ditemukan di Pondok
Penemuan Mayat

Peristiwa

Mayat Doyok Terapung di Muara Selakau
Longsor Bengkayang

Peristiwa

20 Orang Tertimbun Longsor di Bengkayang
Kecelakaan Lalulintas

Peristiwa

Dua Pelajar Meninggal Dihantam Dump Truck
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian jasad Ilham di Sungai Kapuas

Peristiwa

Jasad Bocah 12 Tahun Ditemukan Usai 3 Hari Terseret Arus Sungai Kapuas
error: Content is protected !!