Mempawah. AMM (Aliansi Mahasiswa Mempawah) mendesak penuntasan insiden warga Mempawah, Nurdin Lubis (66) yang tewas tertimpa pohon dalam proyek pembangunan jembatan.
Desakan itu disuarakan Ketua AMM, Muslim, yang menilai insiden itu akibat kelalaian pihak kontraktor PT Arony Duta Indotama. Perusahaan tersebut menggarap proyek jembatan senilai Rp15,99 miliar yang bersumber dari APBN 2025.
“Peristiwa yang merenggut nyawa manusia tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan hukum. Peristiwa nahas itu diduga kuat terjadi akibat kelalaian kontraktor,” kata Muslim, Jumat (5/9/2025).
Anehnya, kata Muslim, hingga kini belum ada pertanggungjawaban nyata dari pihak terkait, sementara proses hukum masih berjalan di tahap penyelidikan.
“Pemerintah daerah bersama Dinas PUPR Mempawah dan kontraktor tidak boleh lepas tangan. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan serta keselamatan kerja. Keluarga korban berhak mendapat keadilan,” tegas Muslim,
AMM menilai lemahnya pengawasan proyek telah berujung pada hilangnya nyawa. Karena itu, mereka mendesak pemerintah untuk menutup perusahaan kontraktor pelaksana serta mencopot Kepala Dinas PUPR Mempawah yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan.
Muslim menambahkan, kasus ini tidak boleh tenggelam di balik ramainya isu nasional. “Isu lokal ini jauh lebih nyata dirasakan masyarakat. Kami akan terus mengawal sampai ada langkah nyata dan kepastian hukum dari pihak berwenang,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada kontraktor maupun pejabat pengawas proyek. Ketiadaan kejelasan ini dinilai semakin menambah keresahan masyarakat.
AMM akan terus menekan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar menuntaskan kasus ini secara transparan, demi memastikan tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari.
Seperti diketahui sebelumnya, Nurdin Lubis yang merupakan warga Jalan Daeng Manambon, Kelurahan Tengah Mempawah meninggal tertimpa pohon palem, Sabtu (23/8/2025) siang.
Kronologi
Kronologi peristiwa itu terjadi tepat di depan rumah korban, dekat area pembangunan jembatan baru di jalur jalan nasional Mempawah. Sekitar pukul 08.20 WIB korban masih terlihat menyeberangi jalan untuk melayat ke rumah tetangga.
Setelah itu, korban kembali ke sekitar lokasi proyek untuk menyampaikan kepada pekerja agar menghentikan aktivitas sejenak karena ada warga yang meninggal di dekat area pembangunan.
Usai memberi tahu pekerja, korban terlihat memungut batu bekas bongkaran jembatan seperti yang biasa ia lakukan. Namun, saat ekskavator sedang beroperasi, bucket alat berat tersebut diduga mengenai batang pohon palem yang berdiri di dekat lokasi.
Pohon itu kemudian roboh dan arah tumbangnya mengenai tubuh korban yang tengah berada di bawahnya.[rf]
Update Berita, ikuti Google News


















