Home / Edukasi

Selasa, 27 September 2022 - 18:16 WIB

Nelayan Pulau Kabung Sasaran PKM UMP

Proses pengangkutan alat pengering ikan tipe hybrid dengan double collector surya dan biomassa.

Proses pengangkutan alat pengering ikan tipe hybrid dengan double collector surya dan biomassa.

Bengkayang. Nelayan cumi-cumi Pulau Kabung Desa Krimunting Kabupaten Bengkayang menjadi sasaran program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP).

Tim PKM yang digelar selama dua hari, 2-3 September 2022 ini diketuai Dr Doddy Irawan ST MEng, beranggotakan Gunarto, Doddy Irawan, Farida, Raudhatul Fadhilah, Rudi Alfian, Muhammad Fasya, Akmal, Ayu Andira, dan Septian Andika Putra. Keseluruhan tim dari berbagai disiplin ilmu antara lain Teknik Mesin, Pendidikan Kimia, dan Budidaya Perairan

PKM mengarahkan sasaran program untuk mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelompok nelayan cumi-cumi yang terdiri dari sembilan orang. Para nelayan itu mendapatkan pengetahuan tentang diversifikasi produk, pembuatan serta penerapan alat pengering ikan, dan penggunaan media E-commerce sebagai platform informasi produk.

Dari seluruh rangkaian kegiatan ini diserahkan alat pengering ikan tipe hybrid dengan double collector surya dan biomassa kepada nelayan cumi-cumi Pulau. Agar kegiatan yang disupport Kemendikbud DIKTI ini menghasilkan output yang terukur, tim PKM UMP menerapkan 3 tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.

Baca juga:  Revolusi Peradaban dan Tantangan ChatGPT

Tahap persiapan meliputi survey lokasi tempat kegiatan pengabdian, interview bersama mitra dan persiapan alat-alat yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung. Survey ini untuk mengetahui kondisi lingkungan tempat dilaksanakannya program.

Selanjutnya, dilakukan interview atau wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi. Setelah mengetahui masalah yang dihadapi, selanjutnya mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan selama kegiatan pengabdian berlangsung.

Tahap pelaksanaan yang dilakukan pada program kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi 3 kelompok yaitu sosialisasi, pelatihan dan penggunaan Divertering E-commerce. Tahapan tersebut dilakukan dengan pemberian materi oleh tim kepada para nelayan mengenai cara pengolahan ikan teri menjadi produk-produk inovatif.

Baca juga:  Seleksi Poltekip dan Poltekim 2022 Dimulai

Produk inovatif itu seperti, rempeyek teri, nugget teri, dan sambal teri. Mitra juga mendapatkan materi tentang packaging dan labeling produk, penggunaan alat pengering, serta menggunakan platform E-commerce sebagai media informasi transaksi mengenai produk-produk yang disediakan oleh mitra.

Dalam melaksanakan kegiatan E-commerce bekerja sama dengan pihak Dinas Lembaga UMKM daerah setempat guna mendapatkan akses jaringan internet sehingga memudahkan mitra dalam melakukan kegiatan E-commerce.

Langkah terakhir dari kegiatan pengabdian ini adalah tahap evaluasi untuk mendapatkan informasi terkait tingkat keberhasilan pelaksanaan program kegiatan pengabdian. Pada tahap ini mitra diberikan pre test dan post test mengenai materi diversifikasi, alat pengering dan E-commerce.(rdo/ump/bagian 1)

Share :

Baca Juga

Norsan berfoto bersama siswa Sekolah Rakyat usai berdialog.

Edukasi

Gubernur Ria Norsan Tinjau Sekolah Rakyat Rintisan Jalan BLKI
Para kafilah yang berhasil menadi juara dalam perhelatan MTQ XI Kecamatan Sejangkung di Desa Sendoyan.

Edukasi

MTQ XI Sejangkung Sukses Diikuti 229 Kafilah
Silatwil Ulama Kalbar

Edukasi

Ulama Kalbar Usung Santri Pimpin NU Kalbar
Rakor Dewan Pers

Edukasi

Awas, Hoaks Cenderung Naik Jelang Pemilu
Fenomena Solstis

Edukasi

Ada Fenomena Apa 21 Desember 2022
Ketua DPD APDESI Provinsi Kalimanta Barat, Mahyus saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto.

Edukasi

Kampung Borneo dan APDESI Kalbar Gelar Pelatihan
Diskusi Bupati Sambas dan Mahasiswa

Edukasi

Diskusi Mahasiswa dan Bupati Sambas di Asrama
planet

Edukasi

Ini Kajian Islam Tentang Parade 5 Planet
error: Content is protected !!