SAMBAS – Penantian panjang warga Desa Sungai Baru Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas untuk menikmati jalan beraspal akhirnya mulai terjawab.
Setelah belasan tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak dan tidak nyaman dilalui, proses pengaspalan ruas jalan dari arah gerbang batas Sungai Baru–Seberkah kini mulai dikerjakan.
Bagi warga, pengaspalan tersebut bukan sekadar perubahan permukaan jalan dari tanah atau jalan rusak menjadi aspal. Pembangunan itu membawa harapan akan akses transportasi yang lebih layak, perjalanan yang lebih nyaman, serta aktivitas ekonomi yang dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Rasa syukur dan apresiasi disampaikan warga serta pemerintah desa kepada Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., dan Pemerintah Kabupaten Sambas atas dimulainya pekerjaan tersebut.
Sekretaris Desa Sungai Baru, Aspar, menyampaikan terima kasih mewakili masyarakat yang telah lama menantikan perbaikan jalan.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Sambas. Sekian lama kami menanti pengaspalan itu, sudah belasan tahun juga kami menunggu. Jalannya selama ini rusak dan tidak nyaman dilalui,” ungkap Aspar, Minggu (18/10/2026) dalam sebuah video.
Ia berharap pekerjaan pengaspalan dapat berjalan lancar dan dilanjutkan secara bertahap hingga kebutuhan akses jalan masyarakat terpenuhi.
“Semoga berjalan lancar dan bisa berlanjut seterusnya. Walaupun baru beberapa kilometer, kami bersyukur. Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sambas,” ujarnya.
Pengaspalan jalan di Desa Sungai Baru menjadi perhatian warga karena kondisi jalan sebelumnya telah lama menjadi persoalan dalam mobilitas sehari-hari. Penantian selama kurang lebih 16 tahun, sebagaimana disampaikan dalam materi kesaksian warga, menggambarkan panjangnya harapan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik.
Ketika kondisi jalan belum memadai, perjalanan masyarakat berpotensi menjadi lebih sulit, terutama saat hujan maupun ketika harus mengangkut barang. Jalan yang rusak juga dapat menambah waktu perjalanan dan biaya transportasi.
Namun, besaran dampak yang selama ini dirasakan warga Sungai Baru, termasuk perubahan waktu tempuh dan biaya angkut setelah pengaspalan, masih memerlukan data lapangan agar dapat dihitung secara terukur.
Bagi desa yang aktivitas warganya bergantung pada kelancaran transportasi, peningkatan kualitas jalan memiliki arti lebih luas daripada sekadar kenyamanan berkendara. Akses yang baik dapat membantu memperlancar hubungan antarkawasan, distribusi barang, serta jangkauan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, pengaspalan yang kini berlangsung di ruas dari arah Seberkah menuju Sungai Baru diharapkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki konektivitas desa.
Harapa Warga
Ucapan terima kasih juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sambas yang mulai merealisasikan perbaikan jalan setelah sekian lama dinantikan.
Salah seorang warga menyampaikan harapan agar pembangunan dapat diteruskan sampai kondisi jalan di seluruh kawasan desa menjadi lebih baik.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Sambas, khususnya Bapak Bupati Sambas, Haji Satono, yang sudah mengaspal jalan kami. Sekarang masih dalam masa pengerjaan. Mudah-mudahan ke depan jalan Sungai Baru bisa bagus semuanya,” tuturnya.
Perwakilan pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tersebut. Mereka menilai pengerjaan jalan menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengharapkan akses transportasi yang lebih layak.
Meski demikian, harapan warga tidak hanya terletak pada dimulainya pekerjaan. Mereka juga menginginkan pengaspalan dapat diselesaikan sesuai rencana dan menjangkau bagian jalan yang masih membutuhkan penanganan.
Kelanjutan pembangunan menjadi penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar titik pekerjaan, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada ruas jalan tersebut untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Infrastruktur desa
Pembangunan jalan di Sungai Baru juga perlu dilihat dalam konteks kebutuhan infrastruktur Kabupaten Sambas secara lebih luas. Sebagai kabupaten perbatasan di Kalimantan Barat, Sambas memiliki 195 desa dan masih membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah.
Pemerintah Kabupaten Sambas sebelumnya menyampaikan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pemerintah daerah juga berupaya menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan jalan dan jembatan.
Dalam pemberitaan resmi pada 27 Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Sambas menyebut upaya Bupati Satono menemui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai bagian dari ikhtiar memperjuangkan dukungan pembangunan infrastruktur daerah.
Konteks tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jalan di desa membutuhkan perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan, serta pengawasan yang berkelanjutan. Satu ruas jalan yang mulai diperbaiki menjadi kemajuan bagi warga, tetapi pemerataan akses yang layak tetap memerlukan upaya bertahap.
Di tingkat masyarakat, pengaspalan jalan Sungai Baru menjadi bukti kemajuan yang dapat dilihat langsung. Tantangan berikutnya adalah memastikan pekerjaan memenuhi standar kualitas, memiliki daya tahan yang baik, serta terhubung dengan jaringan jalan lain yang dibutuhkan warga.
Menjaga jalan
Setelah pengaspalan dimulai, perhatian berikutnya adalah kualitas pekerjaan dan pemeliharaan. Jalan yang telah dibangun perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dalam pemberitaan mengenai pembangunan Jalan Nusantara pada Desember 2023, PPID Kabupaten Sambas mencatat bahwa Bupati Satono mengingatkan masyarakat untuk menjaga jalan dan menghindari kendaraan dengan muatan berlebih yang berpotensi mempercepat kerusakan.
Prinsip serupa relevan bagi infrastruktur di Sungai Baru. Pemeliharaan jalan membutuhkan peran pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan, sekaligus dukungan masyarakat untuk menggunakan dan menjaga fasilitas tersebut sesuai ketentuan.
Warga Sungai Baru kini memiliki harapan baru setelah menunggu belasan tahun. Mereka menginginkan pekerjaan yang dimulai dari arah gerbang batas Sungai Baru–Seberkah dapat berlanjut hingga akses jalan yang dibutuhkan masyarakat semakin baik.
Bagi Aspar dan warga lainnya, rasa terima kasih atas dimulainya pengaspalan berjalan beriringan dengan harapan agar pembangunan tidak berhenti pada satu tahap. Mereka menantikan kelanjutan pekerjaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Penantian panjang itu mulai menemukan jawabannya. Pekerjaan selanjutnya adalah memastikan jalan yang dibangun benar-benar berkualitas, terpelihara, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat Desa Sungai Baru dalam jangka panjang.
Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















