Home / Edukasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:20 WIB

LDII Kalbar Sosialisasi Madrasah Aman Tanpa Perundungan

Susanto, Ketua DPW LDII Kalbar saat sosilisasi di MTs Khairul Hikmah, Desa Pasir, Kabupaten Mempawah

Susanto, Ketua DPW LDII Kalbar saat sosilisasi di MTs Khairul Hikmah, Desa Pasir, Kabupaten Mempawah

MEMPAWAH — LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kalbar melakukan sosialisasi madrasah aman tanpa perundungan, Kamis (21/5/2026).

“Pelaku bullying dapat dipidana, sedangkan korban bisa mengalami gangguan mental hingga berdampak pada masa depannya. Ini harus dihindari seluruh siswa,” kata Susanto, Ketua DPW LDII Kalbar saat sosilisasi di MTs Khairul Hikmah, Desa Pasir, Kabupaten Mempawah.

Susanto mengajak seluruh siswa menghentikan segala bentuk bullying atau perundungan karena berdampak buruk terhadap mental korban dan masa depan siswa. Menurutnya, tindakan bullying dilarang agama dan dapat masuk ranah pidana sehingga pelakunya bisa diproses hukum.

Ia berharap MTs Khairul Hikmah menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan agar proses pendidikan berjalan optimal serta prestasi siswa meningkat.

Baca juga:  6 Peserta Tes Samapta Poltekip/Poltekim

Menurutnya, tindakan bullying juga dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan, terlebih di era digital ketika sebuah kasus mudah menyebar luas di media sosial.

“Ketika seseorang menjadi pelaku bullying, bukan hanya dirinya yang mendapat citra buruk, tetapi lembaga pendidikan juga ikut tercoreng. Karena itu, stop bullying sekarang juga,” ujarnya.

Susanto mengapresiasi komitmen sekolah dalam mewujudkan madrasah aman tanpa perundungan. Ia meminta seluruh stakeholder pendidikan, mulai dari yayasan, kepala sekolah, guru, hingga ustaz, ikut terlibat aktif menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Khairul Hikmah, M. Shirajudin, mengakui tren bullying masih sering terjadi, termasuk melalui ucapan verbal. “Perundungan lewat kata-kata juga tidak boleh dibiarkan karena dampaknya sangat serius bagi korban,” katanya.

Baca juga:  Gemawan Kolaborasi KitaBisa Salurkan Alat Pemadam ke Sekabuk

Shirajudin menegaskan pihak yayasan berkomitmen menjadikan madrasah sebagai tempat belajar yang nyaman dan bebas dari bullying.

Ia berharap seluruh warga sekolah terlibat dalam gerakan anti-bullying untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan kondusif bagi perkembangan siswa.

“Kegiatan ini menjadi momentum menanamkan nilai karakter luhur kepada siswa sekaligus memperkuat sinergi mewujudkan sekolah ramah anak dan bebas bullying,” tegasnya.[AH]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Bubor Paddas dan Silaturrahim KMKS

Edukasi

Ini Pesan Prabasa di Silaturrahim KMKS
Pemateri hari kedua Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa (PJAD) Kabupaten Ketapang, Minggu (2/11/2025)

Edukasi

PJAD Ketapang Bentuk Transformasi Digital di Desa
Sulhan anak nelayan asal Jawai Kabupaten Sambas

Edukasi

Anak Nelayan Asal Sambas Diwisuda Menteri
Milad PMB ke 31

Edukasi

Jelang Milad PMB, Berbagi Paket Pangan
pontianak-times.co.id

Edukasi

Muhammadiyah Awal Ramadhan 2 April 2022
Alat Pengering Ikan

Edukasi

Nelayan Pulau Kabung Sasaran PKM UMP
Diskusi Perempuan

Edukasi

Gemawan dan Institut Dayakologi Gelar Diskusi Perempuan
Pembudidayaan padi Inpari 32 di lahan gambut, Desa Batu Nata, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.

Edukasi

Petani Melawi Sukses Budidaya Padi Inpari 32 di Lahan Gambut
error: Content is protected !!