Home / Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 - 22:55 WIB

Surplus 62 Ribu Ton Beras, Sambas Siap Pasok Malaysia

Salah satu areal tanaman padi di Kabupaten Sambas yang berkontribusi terhadap surplus beras.

Salah satu areal tanaman padi di Kabupaten Sambas yang berkontribusi terhadap surplus beras.

Sambas – Kabupaten Sambas kini tidak hanya menjadi beranda negara, tetapi telah menjelma menjadi lumbung pangan strategis. Dengan surplus produksi beras yang mencapai puluhan ribu ton, Bupati Sambas H Satono mendorong penguatan ekspor pangan lintas negara dimulai dari titik perbatasan.

Dalam Seminar Internasional “Ketahanan Pangan di Beranda Negara” yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu (8/4/2026), Satono menekankan wilayah perbatasan harus menjadi pusat produksi nyata bagi kawasan.

Bupati memaparkan data konkret yang menempatkan Sambas sebagai kekuatan agraris di Kalimantan Barat. Berdasarkan capaian tahun 2025, angka produksi beras Sambas sangat kontras dibandingkan dengan tingkat konsumsi lokal.

Satono memaparkan, posisi strategis Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia didukung oleh kapasitas produksi pangan yang sangat memadai.

Baca juga:  Baznas Bantu 10 RTLH di Kota Pontianak

Berdasarkan data tahun 2025, produksi beras Sambas mencapai 121.057 ton. Angka ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat lokal yang berada di kisaran 50 ribu hingga 60 ribu ton per tahun.

“Kita memiliki surplus sekitar 62 ribu ton. Ini bukan sekadar angka, melainkan modal konkret untuk memperkuat peran Sambas sebagai penyangga pangan bagi wilayah jiran (Sarawak, Malaysia),” jelas Satono.

Melihat potensi tersebut, Bupati Satono membuka lebar peluang pemenuhan kebutuhan beras di wilayah Sarawak melalui jalur resmi. Langkah ini diambil sebagai strategi rasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca juga:  Bank Kalbar Sabet 'Hattrick' di TOP GCG Awards 2025!

“Perbatasan jangan hanya dilihat sebagai garis pemisah. Dengan surplus yang kita miliki, ini adalah ruang kerja sama. Namun, ekspor tetap harus berpedoman pada regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Dukungan Internasional

Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, mengakui keunggulan produksi padi Sambas. Menurutnya, Sarawak siap memperkuat sinergi untuk meningkatkan produktivitas kawasan.

“Sambas memiliki potensi besar di sektor padi. Kerja sama ini penting untuk menghadapi inflasi dan krisis pangan global secara bersama-sama di Pulau Borneo,” pungkas Stephen Rundi.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

TBS Sawit

Ekonomi

Harga Sawit Anjlok, Petani Gunakan Pupuk Kandang
Tanaman jeruk milik Sukiman

Ekonomi

Wow, Kisah Sukses Sukiman Kembangkan Jeruk
Jaringan petani dampingan Gemawan dari Tiga Kabupaten bertemu di Mempawah.

Ekonomi

Petani Kalbar Perkuat Bisnis Komoditas Kelapa
Renata Arianingtyas, Direktur Women’s Rights and Inclusion TAF.

Ekonomi

TAF dan DBSF Berdayakan 80 Ribu Perempuan Marginal di Kalbar
demo pedagang pasar beringin singkawang

Ekonomi

Aktivitas Normal Pasca Demo Pedagang Pasar
MoU Pemkab Kapuas Hulu dan Bank Kalbar

Ekonomi

Bupati Kapuas Hulu dan Dirut Bank Kalbar Teken MoU
Mahasiswa Ilmu Politik dan Direktur Intan Deman Huri serta Dosen Fisipol Universitas Tanjungpura Firdaus usai memberikan kuliah Ekonomi Politik.

Ekonomi

Menggali ‘Emas Hijau’ yang Terlupakan: Tengkawang
Pendatanganan kerjasama penyaluran Kredit Usaha Rakyat antara Kemnteria UMKM dan 46 Bank

Ekonomi

Kementerian UMKM dan Bank Kalbar Tandatangan Kerjasama KUR
error: Content is protected !!