Sambas. Setelah menunggu selama hampir 20 tahun, akhirnya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sambas terbentuk.
“Lebih dari 20 tahun masyarakat Kabupaten Sambas berharap pemerintah hadir dengan konkret menyikapi peredaran narkotika di perbatasan,” kata Bupati Sambas H Satono dalam sambutannya saat peresmia Kantor BNN Sambas, Rabu (13/8/2025).
Satono mengucap syukur dengan adanya BNK yang menjadi harapan masyarakat Kabupaten Sambas tersebut. “Sekarang terjawab. Negara dengan nyata hadir di daerah perbatasan untuk berantas narkotika di Indonesia,” ujar Satono semangat.
Bupati menegaskan, ia yakin betul hadirnya BNK Sambas akan memberikan dampak positif bagi kabupaten Sambas, khususnya anak muda, anak bangsa perbatasan terhindar dari narkotika.
Satono menegaskan, terbentuknya BNK Sambas adalah starting awal bagaimana generasi muda, atau generasi emas tahun 2045 menjadi generasi yang kokoh dan tangguh sebagai generasinya penerus bangsa.
“Ini adalah starting awal kita bersama-sama menyelamatkan anak bangsa perbatasan, menyelamatkan generasi penerus kita agar menjadi generasi yang tangguh dan kokoh sesuai harapan oleh presiden Prabowo Subianto,” harap Satono.
Khawatir
Kekhawatiran Satono terhadap Narkoba itu lantaran sudah sering kali narkoba masuk dari luar negeri melalui perbatasan negara di Kabupaten Sambas. Bahkan barang buktinya sangat banyak.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Marthinus Hukom meresmikan Kantor BNN Kabupaten Sambas, Rabu (13/8/2025).
Kantor BNN Sambas itu terletak di Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas. Hadir pada peresmian itu Kepala BNN Provinsi Kalbar Brigjen Totok Lisdiarto, Bupati Sambas H Satono, Wakil Bupati Sambas Heroaldi, Kepala BNN Kabupaten Sambas, Abdul Muthalib, Forkopimda Kabupaten Sambas, Pimpinan OPD dan elemen masyarakat.
Marthinus Hukom memberikan apresiasi kepada Bupati Sambas H Satono yang telah berkomitmen mewujudkan kantor BNN di Kabupaten Sambas.
“Ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas mendukung pencegahan Narkoba, bahkan hinggap desa turut deklarasi mencegah peredaran narkoba,” kata Hukom.
Terbentuknya BNN Kabupaten Sambas, tegasnya, menunjukkan komitmen hadirnya negara, serta kolaborasi yang mantap dalam mencegah peredaran gelap Narkotika di wilayah perbatasan negara, khususnya Kabupaten Sambas.
“Ini bentuk sinergitas dan kolaborasi bersama pemerintah kabupaten Sambas dan aparat hukum mencegah masuknya narkotika, kolaborasi ini telah dilakukan di Batam, dan berhasil menangkap 2 ton narkotika,” tegas Marthinus Hukom.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak bersama-sama memberantas Narkotika, dimulai dari desa. “Pencegahan narkotika harus di mulai dari desa, karena tanpa desa tidak ada apa-apa di kota, maka harus kita bersihkan desa dari narkotika,” imbaunya.[edo]
Update Berita, ikuti Google News


















