Home / Edukasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:58 WIB

Gemawan Uji Coba Modul Kepemimpinan Perempuan Muda

Perempuan muda dari tiga desa strategis di Kabupaten Mempawah mengikuti  workshop dan uji coba modul kepemimpinan garapan Gemawan.

Perempuan muda dari tiga desa strategis di Kabupaten Mempawah mengikuti workshop dan uji coba modul kepemimpinan garapan Gemawan.

Mempawah – Lembaga Gemawan sukses menyelenggarakan workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas terhadap Krisis Iklim”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Maret 2026 ini, dipusatkan di Aula Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Agenda ini melibatkan perwakilan perempuan muda dari tiga desa strategis, yakni Desa Sekabuk, Desa Bumbun, dan Desa Suak Barangan. Selain peserta muda, kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Sadaniang, serta jajaran kepala desa dan perangkat desa setempat.

Pegiat Gemawan, Rahma, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program REDA yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Selain di Mempawah, program pemberdayaan ini juga diimplementasikan di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kubu Raya.

Baca juga:  Akademisi Dukung Usulan Dapil DPR RI Khusus Perbatasan

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan hasil riset yang telah dilakukan selama program berjalan. Temuan dan rekomendasi dari proyek ini diharapkan dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Rahma.

Selain pemaparan riset, Gemawan memperkenalkan modul pelatihan kepemimpinan yang dirancang khusus bagi perempuan muda untuk menjadi agen perubahan di tingkat komunitas.

Fokus utama riset mencakup peran aktif dalam proses mitigasi perubahan iklim, dan memetakan dinamika perubahan lingkungan di tiga desa wilayah Sadaniang. Selain itu, menghadapi dampak nyata seperti kemarau panjang, krisis air bersih, dan ancaman kabut asap.

Baca juga:  Rubaeti Ceramah di Festival Dzikir Maulid

Rahma berharap hasil workshop dan modul ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen teknis, tetapi menjadi rujukan bagi pemerintah desa maupun kecamatan dalam menyusun kebijakan.

“Kami mendorong perempuan muda untuk lebih aktif. Modul ini diharapkan menjadi alat pembelajaran berkelanjutan bagi generasi mendatang agar lebih sadar dan terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat, kelompok perempuan muda yang telah terbentuk diharapkan terus berkembang secara mandiri demi menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.[iz/cit-jour]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Kodim Sambas tanam mangrove

Edukasi

Kodim Sambas Tanam Mangrove Cegah Abrasi
Poltesa raih penghargaan

Edukasi

Poltesa Raih Pengelola KIP Terbaik 2023
Serdik Sespimmen Polri

Edukasi

Serdik Sespimmen Polri Belajar Toleransi ke Singkawang
Techon 2023

Edukasi

Poltesa Aktif Ikut Techon PMU Sarawak
Dewan Hakim MTQ XXX Provinsi Kalbar

Edukasi

Dafa Mumtaz Qori Terbaik MTQ XXX Kalbar
Anggota Forum Anak Daerah Kabupaten Sambas (FADAS) berpose bersama usai diskusi dan tatap muka.

Edukasi

Diskusi FADAS Cegah Kekerasan Seksual Anak
Bupati Sambas, H Satono, meresmikan hasil revitalisasi SD Negeri 3 Sempalai, Kecamatan Sebawi.

Edukasi

Satono Resmikan SDN 3 Sempalai, Janji Tambah Sarpras
Penyu

Edukasi

Edukasi Penyu Paloh Bagi Para Pelajar
error: Content is protected !!