Home / Peristiwa

Jumat, 9 September 2022 - 20:11 WIB

Kontes Busana Waria di Sambas Dibubarkan

Aparat kepolisian memberikan imbauan di atas panggung kontes busana pengantin Waria, Kamis (8/9/2022) malam di Kartiasa Kabupaten Sambas

Aparat kepolisian memberikan imbauan di atas panggung kontes busana pengantin Waria, Kamis (8/9/2022) malam di Kartiasa Kabupaten Sambas

Sambas. Kontes busana pengantin Waria di Desa Kartiasa Kabupaten Sambas dibubarkan setelah banyak masyarakat mengadu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas, Kamis (8/9/2022) malam.

Pembubaran kontes busana pengantin waria itu oleh aparat kepolisian yang menindaklanjuti permintaan dari MUI. Pembubaran kontes secara persuasif itu tepat di malam Jumat atau malam kedua kegiatan berlangsung sejak Rabu (7/9/2022) malam.

Petugas kepolisian dari Polres Sambas langsung naik ke atas pentas saat kontes berlangsung. Petugas memberikan imbauan melalui pengeras suara yang memang sudah tersedia di arena kegiatan itu, disaksikan peserta kontes, pelaksana kegiatan dan masyarakat setempat.

Sebelum ditutup, MUI Kabupaten Sambas melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, serta pihak kepolisian untuk agar pembubaran cara berjalan dengan lancar tanpa ada keributan.

Baca juga:  Bank Kalbar Sunatan Massal di Ultah 59

“Kami sudah berkoordinasi dengan, tokoh masyarakat setempat serta pihak kepolisian terkait kontes yang digelar serta mendapat aduan masyarakat,” kata Sumar’in Ketua MUI Kabupaten Sambas kepada sambas times grup pontianak times, Jumat (9/9/2022).

Dari hasil koordinasi tersebut, lanjut Sumar’in, terjadi kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontes tersebut. Alasan utama pembubaran kontes lantaran pengaduan masyarakat dan muatan kegiatan yang sifatnya dapat merusak moral anak-anak dan masyarakat.

Ia menegaskan, MUI Kabupaten Sambas tidak akan sega-segan melarang segala bentuk kegiatan yang bisa merusak moral masyarakat, seperti halnya kontes busana pengantin bebas yang melibatkan Waria.

Baca juga:  Istri Pamer, Pegawai Setneg Dinonaktifkan

“Kita memiliki kewajiban melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, dan berupaya mencegah sifat, perilaku menyimpang yang dapat merusak moral anak-anak serta masyarakat,” kata Sumar’in.

Sumar’in mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut perlu kebijakan persuasif melibatkan pihak terkait sehingga bisa berakhir damai sesuai aturan. “Tetap dengan cara bijak, persuasif dan melibatkan pihak-pihak terkait, agar dapat diatasi dengan damai dan sesuai aturan,” jelasnya.

Ia mengatakan, MUI Kabupaten Sambas telah mendapatkan aduan dari masyarakat tentang kegiatan yang melibatkan waria tersebut dan dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, menyinggung norma dan budaya masyarakat.  Selain pengaduan masyarakat, kontes itu juga sudah menyebar di jejaring media sosial. (dra/st)

Share :

Baca Juga

Capture video, detik detik tabrakan terjadi di Persimpangan Tugu Jam, Kecamatan Mempawah Hilir.

Peristiwa

Sehari Tiga Lakalantas di Mempawah Hilir, Semua Terekam CCTV
Aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Tugu Digulis, Pontianak, Kamis (18/6/2026).

Peristiwa

Mahasiswa Kalbar Soroti MBG dan Koperasi Merah Putih
Jurnalis Tolak RUU Penyiaran

Peristiwa

Jurnalis Tolak RUU Penyiaran, Ini Pasal Krusial
Lokasi Bayi Dibuang

Peristiwa

Tak Tega, Bayi yang Dibuang Itu Kesejukan
Foto Dwinanda Linchia Levi semasa hidupnya.

Peristiwa

Dosen Muda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel
Peringatan Hari Buruh (May Day) di Kabupaten Sambas.

Peristiwa

May Day di Sambas, Buruh Gotong Royong Bersih-bersih
Gempa Yogya

Peristiwa

Gempa 6,6 Magnitudo Mengguncang Yogyakarta
Bom Bunuh Diri Astana Anyar

Peristiwa

Waduh, Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar
error: Content is protected !!