Home / Infrastruktur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Simpang dan Jalan Sempit, Tantangan Kemacetan Kapuas I

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, R. Gun Gun Mulyawan S

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, R. Gun Gun Mulyawan S

PONTIANAK – Penyempitan jalan di mulut Jembatan Kapuas I dan persimpangan di sekitarnya menjadi tantangan dalam mengurai kemacetan. Dinas Perhubungan Kalimantan Barat menilai rekayasa lalu lintas perlu diikuti pembenahan infrastruktur agar arus kendaraan lebih lancar.

Kondisi jalan yang menyempit setelah kendaraan turun dari jembatan berpotensi memperlambat pergerakan lalu lintas. Situasi semakin kompleks ketika arus kendaraan bertemu dengan antrean di persimpangan dan lampu lalu lintas yang berdekatan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, R. Gun Gun Mulyawan S, menjelaskan penanganan kawasan tersebut membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama karena sebagian ruas jalan berada dalam kewenangan pemerintah pusat.

“Pembahasan penanganan penyempitan jalan juga melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Gun Gun dalam perbincangan diPodcast Satukata yang tayang14 Oktober 2026.

Selain pembenahan fisik jalan, penataan persimpangan menjadi bagian penting untuk mengurangi konflik arus kendaraan. Pengaturan perlu memastikan kendaraan yang keluar dari jembatan tidak langsung terhambat antrean pada persimpangan terdekat.

Baca juga:  Menjemput Embun di Beranda Negeri: Pesona Eksotis Sajingan Besar

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Gun Gun menyoroti perlunya dukungan pemerintah pusat serta pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk jalan lingkar dan rencana pemindahan aktivitas Pelabuhan Dwikora yang dibahas dalam perencanaan penanganan kemacetan.

Jalur alternatif diperlukan untuk mengurangi konsentrasi kendaraan pada akses utama. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan perencanaan terpadu karena pergerakan kendaraan melibatkan jaringan jalan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Muhammad Dipo Alam, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Provinsi Kalbar menambahkan, penataan akses di sekitar persimpangan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi titik konflik kendaraan. Pengalihan arus melalui jalur baru perlu dikaji berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas tidak cukup hanya mengalihkan sebagian kendaraan. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi dan menangani titik-titik yang menyebabkan perlambatan arus.

Evaluasi

Penerapan kebijakan pengaturan lalu lintas di kawasan Jembatan Kapuas I dilakukan melalui tahapan sosialisasi pada 1–7 Oktober 2026, uji coba pada 8–14 Oktober, dan pelaksanaan yang dijadwalkan mulai 15 Oktober 2026.

Baca juga:  Dishub Andalkan Rekayasa Lalu Lintas Urai Macet Kapuas I

Evaluasi diperlukan untuk mengukur perubahan kepadatan kendaraan, mengidentifikasi hambatan baru, serta menentukan penyesuaian kebijakan. Hasil evaluasi juga menjadi dasar untuk melihat apakah pengaturan arus yang diterapkan mampu mengurangi antrean di kawasan tersebut.

Gun Gun mengharapkan dukungan kepolisian dalam pengawasan dan penegakan aturan di lapangan. Koordinasi dengan aparat, organisasi angkutan, dan pengguna jalan dinilai penting agar kebijakan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Dipo meminta masyarakat memahami ketentuan pengaturan lalu lintas secara utuh, termasuk kendaraan yang diperbolehkan melintas dan kendaraan yang dibatasi.

Penanganan kemacetan di Jembatan Kapuas I membutuhkan kombinasi pengaturan arus dan pembenahan infrastruktur. Pembukaan akses terbatas dapat membantu membagi arus kendaraan, tetapi kelancaran jangka panjang juga bergantung pada penanganan penyempitan jalan, penataan persimpangan, dan pengembangan jalur alternatif.

Keberhasilan kebijakan nantinya dapat dilihat dari berkurangnya antrean, waktu perjalanan yang lebih singkat, serta meningkatnya kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Dubes Negara Seychelles

Infrastruktur

Dubes Negara Seychelles Temui Bupati Sambas
pontianak-times.co.id

Infrastruktur

Prabasa Respons Protes Jalan Sintete
Bupati Sambas Satono meninjau langsung progress pembangunan ruas jalan kabupaten di Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat, Rabu (22/10/2025).

Infrastruktur

Bupati Sambas Tinjau Pembangunan Jalan Desa Kuala Pangkalan Keramat
Petani Padi Teluk Kermat

Infrastruktur

Petani Teluk Keramat Mendambakan Mesin Panen Padi
Bupati Sambas, H. Satono, menerima kunjungan kerja Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Rabu (4/3/2026) di Ruang Kerja Bupati Sambas.

Infrastruktur

Pemkab Sambas dan BNPP Pacu Realisasi PLBN Temajuk
Jalan Desa Kuala Pangkalan Keramat (KPK), Teluk Keramat, Kabupaten Sambas sepanjang 1,4 KM mulai diaspal.

Infrastruktur

Akhirnya, Warga Desa KPK Nikmati Jalan Aspal Rp11,5 Miliar
Pembentukan BNNK Sambas

Infrastruktur

Badan Narkotika Segera Terbentuk di Sambas
IGA 2022 Kemendagri

Infrastruktur

30 Jembatan Hasil Donasi Warga Sambas