PONTIANAK – Perjuangan ganda campuran Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, di Polytron Pontianak International Challenge (PPIC) 2026 kandas di tangan seniornya, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Bertanding pada babak 16 besar PPIC 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (27/8/2026), Verrell/Bernadine memberikan perlawanan sengit sebelum kalah 19-21, 21-16, 16-21.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Verrell/Bernadine mampu merebut gim kedua setelah meningkatkan tekanan dan menjaga permainan hingga memaksa Dejan/Apriyani memainkan gim penentuan.
Pada gim ketiga, Verrell/Bernadine terus mengejar perolehan angka. Namun, pengalaman Dejan/Apriyani membantu mereka menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.
Apriyani mengapresiasi perjuangan Verrell/Bernadine yang tetap memberikan tekanan meski sempat tertinggal.
“Alhamdulillah dengan hasil hari ini bisa ke perempatfinal. Kami juga berterima kasih kepada Verrell/Bernadine yang sudah tampil luar biasa. Fighting spirit-nya, semangatnya sampai akhir walau tertinggal tapi terus berusaha mengejar,” kata Apriyani.
Sebelumnya, tiket menuju 16 besar diperoleh Dejan/Apriyai setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei Lin Ting Yu/Tsai Ruo Lin. Mereka tampil dominan dan menyelesaikan laga dalam dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-5.
Momentuum
Bagi Verrell dan Bernadine, sebetulya sempat mendapatkan momentum pada penghujung gim ketiga. Tepatnya ketika Dejan/Apriyani yang tinggal membutuhkan satu poin untuk menutup pertandingan justru bermain terlalu hati-hati dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
Kondisi itu membuat Verrell/Bernadine kembali percaya diri dan memperkecil jarak. Namun, Dejan/Apriyani mampu mengatasi tekanan dan merebut angka terakhir.
“Ketika satu poin lagi mau selesai, kami malah bermain terlalu hati-hati dan malah banyak mati sendiri. Itu membuat mereka kepercayaan dirinya muncul lagi. Beruntung bisa unggul di rally terakhir,” ujar Apriyani.
Dejan mengakui pertandingan melawan Verrell/Bernadine berlangsung intens karena kedua pasangan saling memahami karakter permainan masing-masing.
“Di pertandingan kedua hari ini memang kelihatan banget kekurangan kami di akhir gim ketiga terlalu hati-hati. Mungkin karena sama-sama sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, di latihan juga menang kalah jadi adu strateginya benar-benar terasa intens,” kata Dejan.
Bagi Verrell/Bernadine, pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting dalam turnamen kedua mereka sebagai pasangan. Sebelumnya, Verrell mengatakan keduanya masih terus memantapkan pola permainan dan memperkuat pertahanan.
Keduanya juga memiliki pengalaman berpasangan saat masih berada di klub. Faktor itu membantu mereka membangun kembali chemistry ketika kembali bermain bersama di level internasional.
Meski langkahnya terhenti di babak 16 besar, Verrell/Bernadine menunjukkan perlawanan kuat menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman. Pertandingan tiga gim tersebut menjadi bagian dari proses mereka membangun konsistensi sebagai pasangan baru.[jek]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

















