Home / Sport

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Perjuangan Verrell/Bernadine di PPIC 2026 Kandas di Tangan Senior

Pasanga ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu yag mengandaskanVerrel/Bernadie di 16 Besar PPIC 2026..

Pasanga ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu yag mengandaskanVerrel/Bernadie di 16 Besar PPIC 2026..

PONTIANAK – Perjuangan ganda campuran Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, di Polytron Pontianak International Challenge (PPIC) 2026 kandas di tangan seniornya, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Bertanding pada babak 16 besar PPIC 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (27/8/2026), Verrell/Bernadine memberikan perlawanan sengit sebelum kalah 19-21, 21-16, 16-21.

Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Verrell/Bernadine mampu merebut gim kedua setelah meningkatkan tekanan dan menjaga permainan hingga memaksa Dejan/Apriyani memainkan gim penentuan.

Pada gim ketiga, Verrell/Bernadine terus mengejar perolehan angka. Namun, pengalaman Dejan/Apriyani membantu mereka menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.

Apriyani mengapresiasi perjuangan Verrell/Bernadine yang tetap memberikan tekanan meski sempat tertinggal.

“Alhamdulillah dengan hasil hari ini bisa ke perempatfinal. Kami juga berterima kasih kepada Verrell/Bernadine yang sudah tampil luar biasa. Fighting spirit-nya, semangatnya sampai akhir walau tertinggal tapi terus berusaha mengejar,” kata Apriyani.

Baca juga:  Pebulutangkis Pontianak Kalahkan Wakil AS di PPIC 2026

Sebelumnya, tiket menuju 16 besar diperoleh Dejan/Apriyai setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei Lin Ting Yu/Tsai Ruo Lin. Mereka tampil dominan dan menyelesaikan laga dalam dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-5.

Momentuum

Bagi Verrell dan Bernadine, sebetulya sempat mendapatkan momentum pada penghujung gim ketiga. Tepatnya ketika Dejan/Apriyani yang tinggal membutuhkan satu poin untuk menutup pertandingan justru bermain terlalu hati-hati dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Kondisi itu membuat Verrell/Bernadine kembali percaya diri dan memperkecil jarak. Namun, Dejan/Apriyani mampu mengatasi tekanan dan merebut angka terakhir.

“Ketika satu poin lagi mau selesai, kami malah bermain terlalu hati-hati dan malah banyak mati sendiri. Itu membuat mereka kepercayaan dirinya muncul lagi. Beruntung bisa unggul di rally terakhir,” ujar Apriyani.

Dejan mengakui pertandingan melawan Verrell/Bernadine berlangsung intens karena kedua pasangan saling memahami karakter permainan masing-masing.

Baca juga:  Debut International Challenge, Izza Al-Faruq Raih Kemenangan

“Di pertandingan kedua hari ini memang kelihatan banget kekurangan kami di akhir gim ketiga terlalu hati-hati. Mungkin karena sama-sama sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, di latihan juga menang kalah jadi adu strateginya benar-benar terasa intens,” kata Dejan.

Bagi Verrell/Bernadine, pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting dalam turnamen kedua mereka sebagai pasangan. Sebelumnya, Verrell mengatakan keduanya masih terus memantapkan pola permainan dan memperkuat pertahanan.

Keduanya juga memiliki pengalaman berpasangan saat masih berada di klub. Faktor itu membantu mereka membangun kembali chemistry ketika kembali bermain bersama di level internasional.

Meski langkahnya terhenti di babak 16 besar, Verrell/Bernadine menunjukkan perlawanan kuat menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman. Pertandingan tiga gim tersebut menjadi bagian dari proses mereka membangun konsistensi sebagai pasangan baru.[jek]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Kontingen Kalbar di Peparnas XVII Solo Jawa Tengah

Sport

Erlansyah Sumbang Emas Pertama Peparnas XVII
Pelantikan PBVSI Ketapang

Sport

Irwan Lantik Royden Ketua PBVSI Ketapang
Kontingen IBCA-MMA Kalbar

Sport

Kontingen Beladiri MMA Kalbar Bertolak ke Arena PON XXI
Haornas NPCI

Sport

Puncak Haornas NPCI Kalbar Meriah

Sport

Meriah! Funbike dan Jalan Santai HDKD 77
Lomba Sampan Bedar

Sport

Dayung Udak Juara Lomba Sampan Bedar
Stadion Olimpico Roma, Italia akan menjadi saksi pertarungan Inggris lawan Ukraina memperebutkan tiket ke semi final. Foto: dokumen uefa.com

Sport

Mampukah Inggris Tepis Statistik Gol Ukraina?
Tim Persipon (1984). Atas kiri – Yahya Busrah, Muslihudin, Koko Sunarto, Octavianus, Wan Anwari, Rustamansyah, Prabasa Anantatur, Adiwarna. Jogkok kiri – Natan Andreas, Wiilson, Yopi Rahupati, Mustamsil Idris, Eka Dharma, Arifin, Mariso. (foto: Repro jerseypersipon)

Sport

Mengenang Elang Khatulistiwa Squad Persipon Generasi 80-an
error: Content is protected !!