Home / Peristiwa

Jumat, 18 Oktober 2024 - 03:56 WIB

Mulyadi Tanggung Biaya Sekolah Korban Kebakaran Gang Ramin

H. Mulyadi, Calon Walikota Pontianak mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Ramin, Pontianak Kota.

H. Mulyadi, Calon Walikota Pontianak mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Ramin, Pontianak Kota.

Pontianak. Mulyadi, Calon Walikota Pontianak menanggung biaya sekolah korban kebakaran di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Ramin, Kamis (17/10/2024).

Langkah Mulyadi itu merupakan tindakan spontan setelah mengetahui terjadinya kebakaran yang menghanguskan dua buah pondok milik Sri Utami dan Juliah. Sebanyak satu orang korban lanjut usia meninggal dunia dari musibah tersebut.

Calon Walikota yang berpasangan dengan Harti Hartidjah ini langsung mengunjungi lokasi kebakaran. Ia datang bersama relawan Multi dan berdialog dengan para korban. Dari hasil dialog diketahui terdapat anggota keluarga yang sudah lama putus sekolah tingkat SD dan SMP.

Baca juga:  Gemapatas, Upaya Tertib Administrasi Tanah

“Ada yang sudah lama putus sekolah tingkat SD dan ada pula yang putus sekolah di tingkat SMP. Kami sekolahkan lagi mereka dan biayanya kami tanggung hingga pendidikannya tamat,” kata H Mulyadi.

Kebakaran di Gang Ramin kali ini merupakan yang kedua kalinya, setelah kebakaran hebat melanda pada 22 Januari 2019. Sebanyak 11 rumah hangus terbakar.

Kemudian para korban kebakaran itu membangun pondok di dekat lokasi tersebut, dan nahasnya kembali terbakar, Kamis (17/10/2024) sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga sekitar lokasi sempat berjibaku memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan peralatan sederhana berupa ember. Lantaran trauma kebakaran sebelumnya, warga terbilang sigap memadamkan api sehingga tidak merambat lebh jauh ke bangunan lainnya.

Baca juga:  Maman Total Dukung Mulyadi untuk Perbaikan Kota Pontianak

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Kota AKP Deni Gumilar menjelaskan terkait korban kebakaran yang meninggal dunia adalah pemilik rumah yang saat kejadian dalam keadaan sakit.

Korban meninggal yang sudah lansia itu menderita stroke dan tidak terselamatkan karena anak serta cucunya dalam kondisi tertidur. Perihal penyulut terjadinya kebakaran, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait.(rdo)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Konflik Lahan Dusun Tanjung Gundul

Peristiwa

Warga Tanjung Gundul Pasang Baliho Konflik 816 Hektar Lahan
S pengedear sabu di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas ditangkap polisi.

Peristiwa

Pengedar Narkotika di Tebas Ditangkap Polisi
Peluncuran Rumah Oksigen Kolaborasi di Sungai Ambawang, Selasa (22/9/2026).

Peristiwa

Rumah Oksigen Sungai Ambawang Bantu Warga Terdampak Karhutla
Mega dan ibunya di RSUD Sambas saat dijenguk anggota Polres Sambas.

Peristiwa

Jatuh dan Pingsan Tersambar Percikan Petir
Serah terima jabatan dalam sebuah upacara farawell parade di halaman Mapolres Sambas.

Peristiwa

Tugas Kapolres Sambas Sugiyatmo Berakhir
Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Anshari.

Peristiwa

MHH Muhammadiyah Kalbar Desak Penegakan Hukum Karhutla
Sepmot Satlantas

Peristiwa

Sigap, Sepmot Patroli Ganjal Truk Mogok
Mayat seorang lelaki yang ditemkan warga di Jembatan Mak Panjit Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas

Peristiwa

Mayat Telungkup di Jembatan Mak Panji Tebas
error: Content is protected !!