Home / Ekonomi

Sabtu, 3 Juli 2021 - 03:42 WIB

PB-HMI Desak Pemerintah Gratiskan PCR

Sekretariat PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jalan Sultan Agung Jaksel. foto: fp PB-HMI

Sekretariat PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jalan Sultan Agung Jaksel. foto: fp PB-HMI

Jakarta. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menanggulangi dampak Covid-19 bisa gagal jika tidak disertai upaya maksimal dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi. Diperlukan keberanian pemerintah untuk menggratiskan PCR.

“Kebijakan PEN dan kebijakan lainnya sering berbenturan. Kalaupun berhasil, biasanya tidak berkesinambungan atau tidak bertahan lama. Persoalan utamanya, sering tidak selaras antara upaya memutus mata rantai pandemi dengan kebijakan dalam aktivitas perekonomian,” kata Andra Rante, Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) kepada pontianak-times.co.id melalui sambungan WhatsApp, Jumat (2/7/2021).

Menurut Andra, saatnya yang tepat sekarang melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Negara harus hadir dengan berinvestasi untuk program memutus mata rantai covid. Caranya dengan menggratiskan beberapa tes seperti tes PCR (Polymerase Chain Reaction) kepada semua lapisan masyarakat Indonesia dan dilakukan serentak.

“Setelah itu, bagi yang hasil PCR-nya positif covid-19 harus diserahkan ke pemerintah untuk mendapatkan penanganan serius. Selanjutnya aktivitas roda ekonomi bisa kembali dibuka dengan tahapan-tahapan berdasarkan kajian yang matang,” ujar Andra yang juga mahasiswa s-2 manajemen ekonomi.

Baca juga:  Laba Bank Kalbar, Bukti Tangguh di Lini Fundamental

Dijelaskan Andra, lonjakan covid-19 semakin mengkhawatirkan. Ini sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan dan pasti berdampak pada ketahanan kesehatan maupun ketahanan ekonomi dalam negeri. Sayangnya, berbagai kebijakan pemerintah telah dibuat tetapi terkadang keberhasilan dan efeknya terhadap pemulihan ekonomi tak bertahan lama.

“Melihat kondisi ini, pemerintah harus menerapkan pola baru untuk menunjang kebijakan yang telah ada sebelumnya. Jika hendak mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Antar kebijakan itu saling menopang dan semua elemen bangsa harus saling berkolaborasi,” kata Andra. 

Sekali lagi, tegas Andra, kalau ingin mempercepat roda ekonomi, maka perlu berani berinvestasi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 meskipun harus dibayar mahal. Dengan begitu, persoalan kesehatan dan ekonomi akibat covid-19 ini cepat teratasi. “Penyebaran covid-19 bisa teratasi dengan cepat, seiring roda ekonomi yang bisa berjalan seperti sediakala dan bahkan akan melaju cepat,” ujarnya.

Baca juga:  Dirut Bank Kalbar Motivasi Pegawai Kantor Cabang Sanggau

Gerakan PCR serentak di seluruh Indonesia ini, menurut Andra, waktunya pas dengan memanfaatkan momentum PPKM. Gerakan seperti ini harus digalakkan secepatnya dan dalam waktu singkat agar dampak pandemi kepada sektor ekonomi tidak makin melebar dan lama. “Kita harus banyak belajar dan melihat keberhasilan negara-negara lain dalam penanganan covid-19 yang telah berhasil seperti India. Tak mesti sama, tetapi langkah keberanian dari pemerintahnya patut dijadikan contoh,” ujar Andra.

Seperti diketahui, pemerintah menggelontorkan pinjaman dana PEN yang jumlahnya untuk pemerintah didaerah bervariasi. Pola peminjaman ini bekerjasama antara Pemerintah Pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku SMV dibawah Kementerian Keuangan RI. Rata-rata dana PEN digunakan untuk membiayai infrastruktur.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Syarif Amin Muhammad, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Ekonomi

Syarif Amin Harap Refleksi Akhir Tahun ‘Vitamin’ Pembangunan Kalbar
Trik pensiunan ASN menjadi wirausahawan

Ekonomi

Trik Pensiunan ASN Jadi Wirausahawan
Bupati Sambas H Satono dan Gubernur Kalbar H Ria Norsan bersama Dirut Bank Kalbar Rokidi menghadiri pasar murah di Kabupaten Sambas.

Ekonomi

Seribu Paket Sembako Murah, Norsan dan Satono Turun Langsung
Mahasiswa Ilmu Politik dan Direktur Intan Deman Huri serta Dosen Fisipol Universitas Tanjungpura Firdaus usai memberikan kuliah Ekonomi Politik.

Ekonomi

Menggali ‘Emas Hijau’ yang Terlupakan: Tengkawang
Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Bank Kalbar, Edy Kusnadi mengangkat trofi TOP Human Capital Awards 2026 #5 Stars

Ekonomi

Bank Kalbar Raih TOP Human Capital Awards 2026 Bintang Lima
Dirut Bank Kalbar, Rokidi menerima Bank Kalbar meraih BUMD Brand Equity Awards 2025.

Ekonomi

Bank Kalbar Raih BUMD Brand Equity Award 2025
Peresmian 14 Penyalur BBM Satu Harga

Ekonomi

Kalbar Dapat Jatah 8 SPBU Satu Harga
Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar.

Ekonomi

Tumbuh Positif, Aset Bank Kalbar Hingga Agustus 2025 Tembus Rp25,66 Triliun
error: Content is protected !!