Mempawah – Aksi demonstrasi mahasiswa menolak pengesahan anggaran Pendopo Rp15 miliar, memanas, Selasa (2/12/2025) siang.
Dalam aksi tersebut, massa melakukan tindakan simbolik dengan membakar foto Bupati Mempawah, foto Ketua DPRD, dan foto Wakil Ketua DPRD. Tindakan itu dilakukan tepat di depan gerbang kantor DPRD sebagai bentuk kekecewaan dan kemarahan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Massa aksi berorasi lantang, menyebut anggaran Rp15 Miliar yang sebelumnya beredar Rp22 Miliar untuk pendopo sebagai kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Anggaran itu juga dianggap pemborosan di tengah banyaknya persoalan mendesak di Mempawah.
“Jalan rusak masih di mana-mana, jembatan putus belum diperbaiki, tapi malah bangun pendopo Rp15 miliar, Ini bukan prioritas rakyat”, Ucap Ima Muslim, Ketua Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Pelajar Indonesia (IKAMI) Cabang Mempawah.
Aksi pembakaran tersebut menjadi puncak ekspresi kemarahan mahasiswa, menandakan kepercayaan mereka terhadap pemerintah daerah.
Mahasiswa menilai pembangunan pendopo tidak memiliki urgensi, terlebih ketika banyak desa masih kekurangan infrastruktur dasar.
Mahasiswa juga menuntut transparansi anggaran, serta meminta DPRD melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
“Kami akan terus turun ke jalan jika pemerintah tidak mengubah kebijakan. Rakyat sedang butuh akses jalan, jembatan, air bersih, bukan pendopo megah,” tambah Muslim
Asap hitam dari pembakaran foto pimpinan daerah itu sempat menarik perhatian masyarakat dan membuat arus lalu lintas di sekitar kantor DPRD tersendat.
Protes mahasiswa disebut akan berlanjut jika pemerintah tidak memberikan penjelasan dan meninjau kembali kebijakan anggaran pendopo yang menuai kontroversi ini.
Penulis: Rizki Firnanda | Editor: Kisra Ramadani I Update Berita, ikuti Google News


















