Home / Peristiwa

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Gemawan Kolaborasi KitaBisa Salurkan Alat Pemadam ke Sekabuk

Penyaluran peralatan pemadam dari Gemawan bersama KitaBisa utuk menangani sejumlah titik api di Desa Sekabuk, Mempawah.

Penyaluran peralatan pemadam dari Gemawan bersama KitaBisa utuk menangani sejumlah titik api di Desa Sekabuk, Mempawah.

MEMPAWAH – Sejumlah titik api masih muncul di Desa Sekabuk, Mempawah. Gemawan bersama KitaBisa menyalurkan peralatan pemadam untuk mempercepat respons warga.

Gemawan bersama KitaBisa menyalurkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada masyarakat Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Rabu (16/9/2026).

Bantuan tersebut mencakup mesin pompa pemadam, selang dan nozzle, masker, vitamin, serta sejumlah perlengkapan pendukung. Masyarakat dan relawan pemadam dapat menggunakan peralatan itu untuk merespons kebakaran, terutama ketika titik api berada jauh dari sumber air.

Kepala Desa Sekabuk Andas Saputra mengatakan kebakaran muncul di sejumlah lokasi dengan karakter medan berbeda. Titik kebakaran berada di kawasan perkebunan, sekitar jalan hauling PT Antam Tbk, serta wilayah gambut yang berbatasan dengan desa lain.

“Di Desa Sekabuk ini, mungkin pada tahun ini bisa disebut kebakaran yang cukup besar. Ketika kebakaran terjadi di berbagai tempat, ada di wilayah perkebunan, di jalan hauling PT Antam Tbk. Saat pembukaan badan jalan di situ, ternyata terbakar di pembuangan limbah-limbah,” kata Andas.

Ia mengatakan kebakaran juga terjadi di wilayah gambut yang berbatasan dengan Desa Bumbun dan Desa Pasir.

Menurut Andas, kondisi medan tersebut membuat masyarakat membutuhkan peralatan yang memadai. Peralatan itu dapat membantu warga mempercepat penanganan ketika api muncul di lokasi yang sulit dijangkau.

Kesehatan Warga

Karhutla juga mulai memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah terdampak dan mengganggu warga yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran.

Baca juga:  Fery Pimpin Ziarah HBI-72 di Makam Pahlawan

Teresiayati, warga sekaligus Ketua Kelompok Perempuan Desa Sekabuk, mengatakan kabut asap berdampak terhadap kesehatan dirinya dan masyarakat.

“Kalau menurut saya, dampak karhutla ini bagi saya dan masyarakat pertama adalah dari lingkungan. Yang kita ketahui bahwa saat ini kabut asap itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Terutama saya sendiri saat ini bisa dikatakan terpapar,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi lingkungan yang dipenuhi asap membuat masyarakat merasakan dampak langsung dari kebakaran.

Karena itu, bantuan Gemawan dan KitaBisa juga mencakup masker serta vitamin. Perlengkapan tersebut mendukung perlindungan warga dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.

Selain menyalurkan peralatan pemadam, Gemawan memetakan lokasi untuk rencana pembangunan sumur bor di Desa Sekabuk.

Sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam penanganan karhutla. Kondisi titik api yang jauh dari sumber air membuat masyarakat membutuhkan sumber air yang lebih dekat dengan kawasan rawan kebakaran.

Dewan Pengurus Gemawan Hermawansyah mengatakan Gemawan bersama elemen masyarakat sipil merespons kondisi karhutla dengan memobilisasi sumber daya untuk membantu masyarakat di tingkat tapak.

“Mencermati karhutla tahun ini, Gemawan bersama elemen masyarakat sipil lainnya tidak tinggal diam merespons situasi krisis dengan memobilisasi sumber daya untuk membantu masyarakat,” katanya.

Hermawansyah mengatakan Gemawan mengoptimalkan kerja sama penyaluran donasi publik yang dikelola lembaga filantropi KitaBisa untuk membantu masyarakat yang memadamkan api di lapangan.

Baca juga:  Konflik RTRW dan Penyebab Banjir Singkawang

“Gemawan memantau perkembangan lapangan di desa-desa dampingan sambil memetakan kebutuhan mendesak yang perlu direspons segera. Misalnya di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Ia mengatakan keterbatasan sumber daya masyarakat menjadi salah satu alasan Gemawan dan KitaBisa menyalurkan seperangkat peralatan pemadaman kebakaran.

Peralatan

Hermawansyah berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat menangani kebakaran yang sedang berlangsung, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.

“Bantuan ini mungkin dari sisi nominal tidak seberapa, namun dalam situasi krisis, sekecil apa pun perhatian dan bantuan tentu akan menyemangati masyarakat dalam upaya penanggulangan karhutla di tingkat tapak,” katanya.

Kondisi karhutla di sejumlah wilayah menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap dukungan penanganan kebakaran masih berlangsung. Dukungan itu mencakup peralatan pemadam, perlindungan kesehatan, dan penguatan sumber air.

Bagi masyarakat Desa Sekabuk, ketersediaan peralatan pemadam dan sumber air yang lebih dekat dapat mempercepat respons ketika titik api kembali muncul.

Gemawan bersama KitaBisa dan elemen masyarakat sipil terus memantau kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Donasi publik diarahkan untuk membantu kebutuhan mendesak, termasuk kebutuhan warga dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.[iz/cit-jour]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Banjir Pontianak

Peristiwa

Banjir Terjang Wilayah Pesisir Kalimantan Barat
Lahan terbakar, langit memerah. Begini kondisi Karhutla di Desa Sekuduk Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas, Kalimanta Barat.

Peristiwa

Karhutla Kembali Terjadi di Sambas, HMKS Minta Pemerintah Siaga
Banjir di sepantai Kabupaten Sambas

Peristiwa

Banjir Sekabupaten, Mana Gubernur Kalbar
Banjir Sejangkung Kabupaten Sambas

Peristiwa

Kecamatan Sejangkung Dikepung Luapan Air
Kebakaran Pasar Sambas

Peristiwa

Ini Awal Mula 14 Ruko Pasar Sambas Terbakar
Mobil Pick Up yang hangus terbakar di Jalan Pertanian, Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Selasa (6/1/2026) dini hari.

Peristiwa

Mobil Pick Up Hangus Terbakar di Desa Sentebang
Patroli gabungan TNI, Polri dan Satpol PP di Kabupaten Sambas menyusuri titik-titik strategis untuk memastikan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Peristiwa

Patroli Gabungan Pastikan Kamtibmas
Antrean warga yang hendak membeli Pertalite di SPBU Kuala Mempawah.

Peristiwa

Pertalite Cepat Habis, Warga Kuala Mempawah Protes
error: Content is protected !!